Tekad Yusiati Demi Nafkahi Dua Anaknya

Sejak suaminya wafat dua tahun lalu, Yusiati (43) yang kemudian menjadi kepala keluarga sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Tanpa pendamping, Yusiati harus bekerja ekstra, terutama kala pandemi yang penuh ujian.

Yusiati kini berdagang soto ayam. Terkadang anaknya pun turut membantu di tengah jadwal perkuliahan. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Menjalankan usaha sembari menjaga keluarga bukan hal mudah untuk dilakukan seorang diri. Namun itulah yang tetap harus dilakukan Yusiati (43) untuk memelihara kehidupan keluarga agar tetap sejahtera. Suaminya wafat dua tahun lalu. Sejak saat itu juga ia resmi menjadi kepala keluarga bagi anak-anaknya.

Yusiati kini berjualan soto ayam. Ia harus kerja ekstra untuk mendapatkan dana tambahan agar ekonomi keluarganya sejahtera. Selain pendidikan anak, hasil dari berdagang soto ini yang juga akan memenuhi kebutuhan hariannya.

Ibu tiga anak ini sekarang masih mempunyai dua anak yang masih dalam tanggungannya. Anak keduanya tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sejak pandemi, pembelajaran dialihkan secara daring, di sela waktu belajar itu lah sang anak membantu ibunya berjualan. Anak ketiga Yusiati masih duduk di bangku sekolah, sedangkan anak pertamanya telah menikah dan ikut ke ibu kota bersama suami.


Yusiati bertekad agar anak-anaknya jangan sampai putus sekolah. (ACTNews)

Keluarga kecil ini tinggal di sebuah rumah yang berada tak jauh dari lokasi berjualan soto ayam, tepatnya di daerah Menanggal, Surabaya.  Lokasi berjualannya berada di sekitar salah satu toko ritel furnitur besar, dan pelanggan utamanya merupakan karyawan toko tersebut. Sayang, ketika pandemi, pengurangan jumlah karyawan terjadi pada toko ritel. Hal ini jelas turut berdampak pada pendapatan Yusiati.

Untuk mengakali penurunan penghasilan ini, Yusiati memutar otak. Ia kini juga membuat kue kering yang biasa dipesan warga sekitar, terlebih menjelang lebaran. Akan tetapi, pesanan tak selalu ada yang membuat Yusiati harus benar mengatur modal dan pengeluaran keluarga. Pasalnya, tak jarang modal tersebut terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Bantuan modal

Untuk menopang perjuangan Yusiati yang menjadi orang tua tunggal sekaligus pengusaha skala kecil, Global Wakaf berikhtiar dengan menghadirkan bantuan modal usaha. Akses permodalan tanpa riba ini merupakan bagian dari program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Harapannya, dengan sokongan modal, usaha Yusiati dapat terus berjalan dan berkembang, walau tengah dihantam pandemi.

“Lewat bantuan modal ini, pengusaha skala kecil seperti bu Yus bisa bertahan dan mengembangkan usahanya,” harap Dipohadi dari tim Program Global Wakaf Jawa Timur, Senin (12/4/2021).

Yusiati merupakan satu dari banyaknya pengusaha serupa yang telah mendapatkan bantuan modal dari Global Wakaf. Selain akses permodalan, Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia ini juga bakal memberikan pendampingan serta pelatihan bagi pengusaha binaan agar mampu bertahan dan meningkatkan kapasitas usahanya.[]