Tenda Pengungsi di Idlib Suriah Belum Membaik Usai Diterjang Banjir

Ribuan keluarga pengungsi kehilangan tempat tinggal usai tenda mereka hancur dalam banjir yang menerjang Idlib, Suriah beberapa waktu lalu.

banjir idlib suriah
Banjir di Idlib menyebabkan tenda pengungsi mengalami kerusakan. (Dok. IYD)

ACTNews, IDLIB – Ribuan tenda pengungsi belum mengalami perbaikan setelah rusak imbas banjir besar yang menerjang Idlib pada akhir Desember lalu. Sekitar 3.700 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Sebagian keluarga dialihkan ke kamp pengungsi darurat di wilayah lain. Nahas, kondisi kamp darurat sangat memprihatinkan. Fatima Jassem, salah satu pengungsi di kamp darurat Zifir mengatakan, semua orang di kampnya sangat membutuhkan berbagai macam bantuan.

“Kami tidak bisa tidur di tenda kami di malam hari. Air merembes ke tenda. Suami saya sudah tua dan tidak bisa bergerak karena dingin yang menyengat. Kami kelaparan saat hujan. Tidak ada seorang pun kecuali Allah yang mengetahui kondisi kami,” kata Fatima.

Mencari dan mengolah makanan juga sangat sulit di kamp darurat. Selain tidak ada bahan makanan, kamp tersebut juga tidak memilih bahan bakar.

“Kami memasak makanan dengan membakar sampah kantong plastik yang saya kumpulkan,” ujar Fatima. Ia meminta badan-badan kemanusiaan internasional untuk memberikan bantuan makanan, pakaian dan bahan bakar.

Pengungsi lain dari kamp yang tersebut, Ahmed Mohammed, mengatakan hal yang sama. Kondisi kehidupan di kamp darurat amat buruk dan orang-orang tidak bisa tidur \ ketika hujan. Mohammed pun berharap masalah infrastruktur dapat terselesaikan sesegera mungkin.

“Kami tidak memiliki terpal untuk melindungi tenda kami dari hujan. Kami ingin lepas dari penderitaan ini. Satu-satunya keinginan saya adalah kembali ke rumah. Saya ingin dapat menyediakan kebutuhan dasar anak-anak saya dan mendapatkan uang untuk membeli roti untuk mereka.” harap Mohammed.[]