Tenda Pengungsi Suriah Runtuh Usai Diterjang Badai

Belasan tenda tempat tinggal pengungsi Suriah di Idlib hancur diterjang badai. Dua anak pengungsi juga dilaporkan terluka.

musim dingin suriah
Ilustrasi. Tenda pengungsi yang rusak imbas diterjang badai. (MEE/Mohammad Aldaher)

ACTNews, IDLIB – Para pengungsi yang berada di luar tendanya tampak di sejumlah kamp pengungsian di Idlib, Suriah, saat badai besar terjadi awal Desember ini. Ketika badai angin tiba, mereka tidak berlindung di dalam tendanya. Namun, para pengungsi justru menahan tendanya dari luar agar tendanya tersebut tidak runtuh diterjang kencangnya angin badai.

Namun, angin yang terlalu kencang tetap menghancurkan belasan tenda para pengungsi. Kayu dan terpal yang telah bertahun-tahun mereka jadikan tempat tinggal tersapu angin hingga hanya menyisakan sedikit bagiannya.

Salah satu tenda yang rusak adalah milik Basheer, seorang pengungsi yang tinggal di wilayah Syekh Bahr, Idlib. Berdasarkan foto yang beredar luas di media sosial, nampak kesedihan Basheer yang terpampang jelas di wajahnya usai tenda miliknya hancur diterjang badai. Ia pun juga nampak memeluk cucunya yang menangis usai badai menerjang.


Basheer memeluk cucunya usai tenda miliknya hancur diterjang badai. (Dok. Ammar Alzeer)

Tidak hanya laporan kerusakan, badai ini juga menyebabkan dua anak pengungsi terluka. Pertahanan Sipil Suriah mengumumkan, anak pertama yang terluka berada di Kota Armanaz, Idlib Utara. Sementara anak kedua, terluka setelah tertimpa tangki air jatuh di kota Marea, timur Aleppo.

Otoritas terkait pun memperingatkan bahwa daerah yang terkena dampak mungkin tidak aman untuk tempat tinggal. Sebab, cuaca buruk yang terjadi di Suriah beberapa hari terakhir, kemungkinan akan meningkat seiring masuknya musim dingin di wilayah Timur Tengah.

Sementara itu, Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, ada 2,1 juta pengungsi internal Suriah yang bermukim di sejumlah wilayah. Banyak juga yang tinggal di reruntuhan bangunan yang hancur akibat konflik. Musim dingin ini pun akan mencekam bagi mereka.

"Temperatur ketika musim dingin di Suriah, bisa mencapai 0 derajat Celcius. Peningkatan hujan salju nantinya juga akan memperburuk krisis kemanusiaan khususnya di barat laut Suriah, di mana lebih dari seperempat juta orang di wilayah ini telah mengungsi," jelas Firdaus, Sabtu (4/11/2021).[]