Tentara Israel Halangi Ibadah Umat Muslim Palestina di Bulan Ramadan

Militer Israel kembali melakukan penyerangan dan pembatasan bagi masyarakat Palestina yang ingin melakukan salat di Masjid Al-Aqsa. Pelarangan ini hanya satu dari begitu banyaknya sikap antipati terhadap ibadah masyarakat Palestina di bulan Ramadan.

Potret bentrokan antara Militer Israel dan warga Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa, Sabtu (17/4/2021).
Potret bentrokan antara Militer Israel dan warga Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsa, Sabtu (17/4/2021). (Reuters)

ACTNews, YERUSALEM< GAZA – Militer Israel kembali melakukan penyerangan dan pembatasan  bagi masyarakat Palestina yang ingin melakukan salat di Masjid Al-Aqsa. Pelarangan ini hanya satu dari begitu banyaknya sikap antipati terhadap ibadah masyarakat Palestina di bulan Ramadan.

Sepanjang Ramadan ini, berdasarkan data Aksi Cepat Tanggap Palestina, tindakan penahanan juga terjadi kepada lebih dari 80 masyarakat Palestina sejak awal bulan Ramadan. Sejumlah 100 muslim juga mengalami luka-luka akibat tindakan represif Israel sepanjang bulan Ramadan ini. Belum lagi, ambulans yang digunakan oleh petugas medis mengangkut warga yang mengalami luka-luka juga dilarang untuk datang dan merawat para korban.

Sikap tentara Israel ini sangat bertentangan dengan pasal 35 Konvensi Jenewa I Tahun 1949 yang berbunyi “angkutan untuk yang terluka dan sakit atau angkutan peralatan medis harus dihormati dan dilindungi dengan cara yang sama seperti unit-unit medis bergerak”.

“Beberapa waktu lalu, ACT menyiapkan dan membagikan takjil untuk orang-orang yang berpuasa di pelataran masjid Al-Aqsa dan kegiatan ini pun tidak luput dari aksi-aksi tentara Israel yang menghalangi kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap.

Tindakan pemukim Israel ini tak menyurutkan semangat orang muslim di sekitar kawasan Masjidil Aqsa untuk melakukan ibadah di bulan suci Ramadan ini. Mereka selalu berjuang untuk menjaga tanah Masjidil Al-Aqsa walaupun selalu mendapat tekanan dari tentara Israel.

Warga muslim juga melakukan pawai di sekitar Masjid Al-Aqsa dengan meneriakkan kalimat “Allahu Akbar” sembari bersama ratusan warga lainnya baik perempuan maupun orang tua untuk menunjukkan sikap perlawanan. Walaupun hanya dalam  bentuk pawai, aksi ini berlangsung hingga malam hari. Para peserta menyalakan lampu ponsel dan meneriakkan yel-yel untuk terus menunjukkan semangat berjuang melawan penindasan.[]