Tepi Barat Didominasi Virus Covid-19 Varian Delta

Virus Covid-19 varian Delta baru-baru ini banyak ditemukan menginfeksi warga Palestina di Tepi Barat. Sekitar 95 persen varian Delta, menyebar di semua kota di Tepi Barat, termasuk Ramallah.

Varian Delta serang Tepi Barat
Ilustrasi. Ambulans Indonesia untuk warga Palestina. (ACTNews)

ACTNews, RAMALLAH – Virus Covid-19 varian Delta baru-baru ini banyak ditemukan menginfeksi warga Palestina di Tepi Barat. Sekitar 95 persen varian Delta, menyebar di semua kota di Tepi Barat, termasuk Ramallah.

Menteri kesehatan Palestina, Mai ai-Kaila mengatakan situasi ini belum memaksa pemerintah untuk melakukan lockdown. Sebab masih banyak yang perlu diperhitungkan sebelum pembatasan diberlakukan, seperti sektor ekonomi dan pendidikan.

“Kementerian Kesehatan membutuhkan bantuan untuk membatasi penyebaran virus mematikan, dan kemudian mengambil semua tindakan yang diperlukan,” katanya, Selasa (10/8/2021).

Al-Kaila mengatakan bahwa aktivitas di kota, mencakup sektor ekonomi dan sektor pendidikan masih dibuka. Namun ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap bertanggung jawab melalui kesadaran dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Kita mencatat kasus di Palestina alami sedikit peningkatan. Saya prihatin bahwa ini merupakan indikasi masuknya gelombang keempat Covid-19,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan. Sekaligus mematuhi langkah-langkah pencegahan.

Sementara itu, Global Humanity Response ACT, Firdaus Guritno mengatakan sebagai bentuk ikhtiar dalam membantu melayani kesehatan warga Gaza, ACT menghadirkan empat Klinik Indonesia di empat kegubernuran berbeda di Gaza.

"Kehadiran Klinik Indonesia Aksi Cepat Tanggap membuat layanan kesehatan warga terpenuhi dengan baik. Fasilitas kesehatan ini hadir dari buah kedermawanan masyarakat Indonesia kepada para sahabat di Palestina," kata Firdaus.

Klinik ini akan memberikan layanan medis umum dan layanan spesialis. Klinik ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bedah tingkat menengah, hingga ruang darurat yang akan menampung pasien kritis akibat Covid-19.