Terangi Jalan di Gaza dengan Bantuan Listrik

Bantuan listrik diberikan untuk lampu di ruas-ruas jalan di Gaza. Lewat bantuan ini, jalan di Gaza tak lagi gelap gulita saat malam. Kecelakaan di malam hari pun dapat diminimalisir.

krisis listrik gaza
Bantuan listrik untuk jalan umum di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Persoalan listrik merupakan satu dari banyak problema yang terjadi di Gaza, Palestina. Krisis energi listrik telah terjadi di wilayah seluas 365 kilometer persegi tersebut selama belasan tahun. Faktor terbesarnya adalah Israel yang menguasai perbatasan telah mengurangi pasokan listrik di Gaza tiap tahunnya.

Sering kali warga Gaza hanya mampu menikmati listrik selama 2-4 jam per hari. Otoritas energi Gaza sendiri mengatakan, pengurangan pasok listrik sangat berbahaya dan memiliki dampak serius bagi wilayah Gaza, baik itu di sektor rumah tangga maupun fasilitas publik.

Ruas-ruas jalan di Gaza juga sudah biasa gelap gulita saat malam. Kondisi ini amat membahayakan para pengendara yang melintasi jalan tersebut. Kecelakaan bisa terjadi karena para pengendara terhalangi melihat objek di depannya.

Februari ini, bantuan listrik pun hadir di Gaza. Bantuan ini digunakan untuk menghidupkan lampu di sejumlah ruas jalan di Gaza, yaitu, jalan Al Qurman, Basil Naim, Al Misreen, Al Mughayer, hingga Al Udayn. Semua jalan tersebut merupakan jalan yang cukup ramai dilalui warga Gaza, sehingga bantuan ini diharapkan bisa mencegah kecelakaan di sana.


Capt. Jalan di Gaza yang kembali terang setelah mendapat bantuan listrik dari tim ACT. (ACTNews)

"Total panjang jalan yang menerima bantuan ini, mencapai 6 ratus meter. Sementara total tiang listrik yang dinyalakan kembali mencapai 52 unit. Proses pemasangan dilakukan selama dua hari dan melibatkan sejumlah relawan," ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Network ACT, Senin (21/2/2022). Lebih lanjut, Said menyebut diperkirakan ada lebih dari 2.000 warga Gaza yang melewati jalan-jalan tersebut tiap harinya[]