Terdampak Gempa, Sahabat Guru Indonesia Sapa Guru Honorer SDN Tabunia Mamuju

Setelah terdampak gempa, para guru di SDN Tabunia, Desa Pati, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, mesti mengajar di rumah masing-masing.

Lima dari enam guru di SDN Tabunia merupakan tenaga honorer. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU – Perlu kendaraan sejenis motor trail menuju SDN Tabunia. Satu-satunya sekolah dasar di Desa Pati, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, itu memang berada cukup jauh dari permukiman warga, lokasinya pun di badan gunung, sehingga medannya terjal dan dikelilingi hutan. 

SDN Tabunia menjadi salah satu sekolah terdampak gempa pada Januari lalu. Lubang besar di dinding sekolah menjadi jejak kedahsyatan guncangan kala itu. Sebab kondisi itu, SDN Tabunia sudah tidak aman ditempati untuk belajar mengajar.

Enam guru yang mendidik di SDN Tabunia kini harus mengajar para siswa di rumah masing-masing. "Yang penting anak-anak bisa belajar, bagaimana pun caranya," ungkap Fitri salah seorang guru SDN Tabunia, Rabu (17/3/2021) lalu. Lima di antara guru di SDN Tabunia masih berstatus honorer. Per tiga bulan, para guru itu meneripa gaji hanya sebesar  Rp700 ribu per tiga bulan.

Kondisi jalan menuju Desa Pati. (ACTNews)

Sekolah ini pun menjadi perhatian Global Zakat-ACT. Melalui program Sahabat Guru Indonesia, Global Zakat-ACT memberikan apresiasi kepada para guru di SDN Tabunia berupa bantuan biaya hidup.

"Terima kasih Global Zakat – ACT atas bantuan yang diberikan kepada kami guru-guru honorer di daerah. Tidak menyangka akan dapat bantuan seperti ini," ucap Fitri, saat ditemui pertengahan Maret lalu.

Baca juga: Sahabat Guru Indonesia Apresiasi Tenaga Pendidik di Mamuju


Ade Putra dari Tim Global Zakat-ACT Mamuju menjelaskan, beaguru Sahabat Guru Indonesia yang hadir dari zakat para dermawan diharapkan menjadi penyemangat bagi para guru honorer.

“Kami tau, apresiasi ini tidak seberapa jika dibandingkan keikhlasan para guru dalam mendidik siswa. Namun, kami ingin memberikan dukungan dan menyampaikan kepada guru di daerah, bahwa masih banyak dermawan yang peduli dengan nasib guru dan pendidikan,” kata Ade. Ia berharap beaguru Sahabat Guru Indonesia bisa lebih masif mendukung semangat guru honorer di Mamuju dengan lebih banyak dukungan dari para dermawan melalui Global Zakat-ACT. []