Terdampak Pandemi, Ratusan Tunanetra di Jatim Terima Paket Pangan

ACT mendistribusikan ratusan paket pangan kepada tunanetra di beberapa kota di Jawa Timur sejak Sabtu (29/8) hingga Senin (31/8) lalu. Bantuan yang hadir atas kerja sama dengan Mercy Relief dan HP Foundation ini bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas yang kesulitan mendapatkan penghasilan semenjak pandemi.

Terdampak Pandemi, Ratusan Tunanetra di Jatim Terima Paket Pangan' photo
Para tunanetra dari Gresik menerima bantuan pangan. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Covid-19 jadi ujian yang berat pada tahun ini bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ancaman kesehatan ditambah krisis ekonomi kemudian menimbulkan banyak masalah sosial baru. Hal ini mendampak juga para pelaku ekonomi, baik skala mikro maupun makro. PHK massal adalah salah satu contoh, mengingat banyak yang harus kehilangan mata pencahariannya.

Sedang dampak lainnya adalah tidak terjadi pada karyawannya saja, namun efek dominonya yaitu warga di sekitar. Misalnya saja mereka yang berjualan kebutuhan makanan dan minuman di sekitar pabrik dan warga yang selama ini menawarkan jasa usaha mereka.

Hal ini pula yang dialami oleh penyandang disabilitas netra. Banyak di antara penyandang disabilitas netra yang menjajakan jasa memijat, harus mengelus dada pada tahun ini. Pasalnya aturan pembatasan fisik membuat mereka tak bisa menjalankan pekerjaan seperti sediakala.

Tutik, salah satu penyandang disabilitas netra yang berprofesi sebagai pemijat, merasakan betul dampak pandemi bagi pekerjaannya. Sejak pandemi Covid-19, layanan pemesanan pijat daring yang biasa ia gunakan tutup dan menghambat pemasukan Tutik, padahal ia sangat bergantung pada aplikasi tersebut.


“Sekarang dalam sebulan enggak sampai 10 orang yang mau pijat,” ungkap Tutik, Sabtu (29/8).

Melihat kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur bersama Mercy Relief, lembaga kemanusiaan dari Singapura, dan HP Foundation, menyerahkan paket pangan kepada anggota Pertuni. Bantuan ini diberikan di beberapa kota di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban , Bojonegoro, Mojokerto, Jombang dan Bangkalan pada Sabtu hingga Senin (31/8) kemarin.

“Ada ratusan paket pangan yang kita distribusikan di titik-titik tersebut. Masing-masing berisi bantuan sembako sebanyak 10 kilogram. Kita berharap bantuan ini dapat meringankan mereka di masa darurat pandemi ini,” kata Mashudi dari Tim Program ACT Jawa Timur.


Bantuan sembako yang akan diberikan di salah satu kota. (ACTNews)

Bantuan ini merupakan bagian kepedulian warga Singapura terhadap para penyandang disabilitas netra, karena menurut Eka Prahadian Abdurahman  Representatif Mercy Relief dan HP Foundation Singapura, penyandang disabilitas netra ini sangat rentan serta paling merasakan dampaknya secara langsung. Sehingga dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa menjadi kekuatan baru bagi mereka.

Berdasarkan data yang ada, jumlah tunanetra di Jawa Timur sebanyak 5.987 orang. Untuk mendukung kondisi mereka saat ini, ACT Jawa Timur mengajak para dermawan untuk terus membersamai mereka. “Melihat kondisi ini, sudah sewajarnya jika kita juga peduli kepada mereka yang saat ini terdampak Covid-19, khususnya penyandang disabilitas. Tidak hanya tunanetra saja, tapi berbagai disabilitas jenis lainnya. Untuk itu kami mengajak para dermawan untuk menyalurkan bantuan terbaiknya melalui laman Indonesia Dermawan atau melalui rekening BNI Syariah 66 00000 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Mashudi. []

Bagikan