Terinspirasi Utsman bin Affan, Nico Ajak Kerabat Berwakaf

Nico memilih mewakafkan hartanya untuk pembangungan Sumur Wakaf. Laki-laki yang berprofesi sebagai pekerja lepas tersebut terinspirasi dari wakaf sumur Utsman bin Affan 1.400 tahun yang lalu. Sampai kini, sumur wakaf Utsman bin Affan berkembang menjadi aset berupa kebun kurma dan hotel bintang lima.

Terinspirasi Utsman bin Affan, Nico Ajak Kerabat Berwakaf' photo
Nico mengajak beberapa temannya untuk ikut berwakaf sumur. Rekan dari berbagai latar belakang mewakafkan harta terbaiknya untuk membangun Sumur Wakaf yang digalang Nico kala itu. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews, BLORA - Nico Adi Nugroho mengingat-ingat kembali saat pertama kali ia memutuskan berwakaf melalui Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sebuah pesan dari temannya masuk ke ponsel Nico dan memberitahukan tentang ACT.

“Ramadan dua tahun yang lalu kira-kira, saya mendapatkan broadcast-an dari teman tentang ACT dan program-programnya. Kemudian karena sebelumnya juga sudah berinteraksi dengan ACT, jadi excited saja (untuk berwakaf),” kata Nico saat ditemui di Peluncuran Lumbung Beras Wakaf (LBW) Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Rabu (4/12) lalu.

Nico menjatuhkan pilihannya pada Sumur Wakaf. Laki-laki yang berprofesi sebagai pekerja lepas ini terinspirasi dari sumur yang diwakafkan Utsman bin Affan 1.400 tahun yang lalu. Sampai kini, sumur wakaf Utsman bin Affan berkembang menjadi aset berupa kebun kurma dan hotel bintang lima.


“Sampai saat ini sumurnya masih mengalir. Itu ada catatannya kalau diuangkan itu sekian-sekian dan itu masih mengalir sampai sekarang. Ini kan menjadi investasi, bukan hanya untuk seumur hidup kita, tapi bahkan kalau besok kita sudah meninggal masih mengalir (pahalanya),” jelas Nico.

Tidak sendiri, Nico kemudian mengajak beberapa temannya untuk ikut berwakaf sumur. Rekan dari berbagai latar belakang mewakafkan harta terbaiknya untuk membangun Sumur Wakaf yang digalang Nico kala itu. Misalnya pelajar, mahasiswa, pengusaha, karyawan, dan orang tua.

“Ya semua kenalan saya, saya ajak juga untuk ikut berwakaf. Alhamdulillah, kalau untuk ramadan kemarin kita bisa kumpulkan sampai sekitar Rp50 juta,” kata Nico. Uang tersebut kemudian ia wakafkan melalui Global Wakaf-ACT Yogyakarta untuk diimplementasikan ke program Sumur Wakaf.

Salah satu Sumur Wakaf yang telah dibangun dan bermanfaat bagi anak-anak yang mengaji di Tasikmalaya. (ACTNews/Reza Mardhani)

Harapan Nico, ke depannya akan lebih banyak program-program inovatif lagi dari Global Wakaf-ACT, seperti halnya program LBW yang dibuat di Desa Jipang. Sehingga, nantinya dapat menjangkau calon-calon dermawan lebih luas lagi dan manfaat yang disebarkan kepada masyarakat akan lebih besar lagi.“Kami para wakif, hanya mengharapkan berkah dan pahalanya saja yang terus menerus mengalir,” ucap Nico.

Selain itu, Nico juga mengajak kepada orang para dermawan lainnya, sebagaimana ia mengajak teman-temannya yang lain. Seperti yang ia sebut sebelumnya, ia mengajak para dermawan untuk berinvestasi kepada akhirat, untuk menyeimbangkan investasi yang dilakukan di dunia.

“Kalau teman-teman, khususnya millenials, semuanya semangat untuk investasi saham misalnya, atau investasi lain yang wujudnya tampak, investasi wakaf ini insyaallah juga berkahnya berkali-kali lipat, bermanfaat dan memberdayakan umat. Semoga keberkahan tersebut terlimpah kepada kita yang berwakaf dan umat manusia lainnya,” ajak Nico. []

Bagikan