Terkendala Biaya, Habib Harus Menahan Sakit Tumor Mata

Untuk biaya pengobatan tumor mata Habib, kedua orang tuanya harus menjual aset dan mengurangi kebutuhan pokok di rumah. Sang ibu juga harus berhenti dari pekerjaannya menjadi penjahit agar fokus mengasuh Habib.

habib sakit tumor
Habib saat akan berangkat mengaji. (ACTNews)

ACTNews, BUKITTINGGI – Masa kanak-kanak merupakan masa yang penuh kebahagiaan juga masa bermain. Namun, hal tersebut tidak dirasakan oleh Habib. Anak yang tinggal di Bukittinggi, Sumatera Barat bersama kedua orang tuanya ini, di masa kanak-kanaknya harus berjuang sembuh melawan penyakit tumor mata.

Sebelumnya, mata Habib normal. Namun beberapa tahun belakangan mata Habib tak henti mengeluarkan cairan dan juga memerah. Seiring berjalannya waktu, matanya kian membesar dan membengkak hingga saat ini.

“Biaya pengobatan saat ini ditanggung oleh BPJS. Habib sudah menjalani pemeriksaan oleh beberapa dokter spesialis dari poli mata, saraf, hingga otak. Untuk biaya transportasi dan kebutuhan lainnya, saya dan suami harus menjual aset dan mengurangi kebutuhan pokok di rumah,” ujar ibunda Habib, Rabu (17/11/2021).


Desta Efita Nora dari tim ACT Bukittinggi menjelaskan, tanggungan biaya pengobatan yang cukup besar, sulit bagi orangtua Habib memenuhinya. Apalagi saat ini pekerjaan sang ayah hanya buruh penggiling padi.

“Sementara sang ibu mengundurkan diri dari pekerjaan penjahit, untuk mengurus Habib serta orang tuanya yang mengalami kecelakaan,” ujar Desta.

Desta melanjutkan, meski kondisi matanya tidak sehat, Habib tidak patah semangat. Ia tetap bersekolah dan belajar mengaji setiap harinya. Namun, penyakitnya saat ini sudah menjalar hingga ke syaraf otak.

“Orang tua Habib tidak mampu membiayai pengobatan sang anak. Mereka sangat berharap ada orang yang mau membantu meringankan beban biaya pengobatan anaknya. Sehingga Habib bisa sehat kembali,” jelas Desta.[]