Terluka karena Ranjau Israel, Khalial Halwah Tak Bisa Nafkahi Keluarga

Mohammed Khalial Halwah terkena ledakan dari ranjau milik Israel dan harus berjuang hidup dengan kondisi yang serba terbatas. Lengan dan kakinya mengalami luka serius akibat ledakan tersebut. Ia pun tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Mohammed Khalial Halwah dengan istri dan kedua anaknya. (ACTNews)
Mohammed Khalial Halwah dengan istri dan kedua anaknya. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Serangan yang dilakukan tentara Israel memberikan luka yang dalam bagi warga Palestina, baik secara mental maupun fisik. Warga yang selamat dari serangan tentara Israel terkadang harus mengalami luka serius dan membutuhkan pengobatan yang berkelanjutan.

Hal ini salah satunya dirasakan oleh Mohammed Khalial Halwah, pemuda berusia 21 tahun yang tinggal di Gaza. Khalial terkena ledakan dari ranjau milik Israel dan harus berjuang hidup dengan kondisi yang serba terbatas. Lengan dan kakinya mengalami luka serius akibat ledakan tersebut. Ia memerlukan biaya untuk perawatan.

Akibat terluka parah, ia tidak bisa mencari nafkah untuk istri dan kedua anaknya. Ia dan keluarga hanya bisa berharap bantuan dari dermawan bisa membantunya menghadapi kondisi hidup yang semakin sulit di Gaza.

Said Mukaffiy dari Global Humanity Response-ACT menjelaskan, Aksi Cepat Tanggap hingga kini terus berikhtiar membantu masyarakat Palestina yang membutuhkan. Namun, dalam membantu keluarga Khalial, ACT masih membutuhkan dukungan dermawan.

“Melalui berbagai program, ACT menjembatani dermawan Indonesia dengan para penerima manfaat. Salah satu program yang tengah kita galakkan adalah Sister Family Palestine-Indonesia. Program ini bertujuan untuk membangun hubungan persaudaraan antara keluarga Palestina yang kekurangan dengan keluarga Indonesia sebagai donatur. Semoga ada donatur Indonesia yang mau membantu keluarga Khalial. Untuk lebih lanjut, Sahabat Dermawan bisa menghubungi Aksi Cepat Tanggap atau berdonasi melalui indonesiadermawan.id,” pungkas Said.[]