Terminal Bus, Ladang Rezeki Nenek Sri Sehari-hari

Untuk memenuhi kebutuhannya, Sri Sudaryati (63) yang kini tinggal sendiri mesti bekutat dengan ramainya terminal bus demi memenuhi kehidupan dengan berjualan makanan. Tapi ramai itu belakangan berganti sepi setelah adanya pemberlakuan pembatasan jarak fisik akibat pandemi.

Terminal Bus, Ladang Rezeki Nenek Sri Sehari-hari' photo
Penyerahterimaan bantuan dari ACT Duri kepada Sri. (ACTNews)

ACTNews, DURI – Hidup sendiri bukan berarti goyah. Hal itulah yang dijalani Sri Sudaryati (63) saat ini. Suaminya telah wafat dan kini ia tinggal di rumah bekas tempat tinggal kedua orang tuanya. Meskipun tidak ada lagi orang yang bisa dijadikan tempat bertopang, Sri terus berjalan.

Kini Sri hidup dari berjualan lontong serta gado-gado. Warung makan ini bisa ditemukan di salah satu Terminal Duri Bestari, Kota Duri. Selain karena para pengunjung terminal yang cukup ramai, Sri juga memilih berjuang di terminal karena hanya di sana ia bisa membuka tempat usaha secara cuma-cuma.

"Alhamdulillah untungnya nenek tidak menyewa tempat, karena berjualan di terminal yang tidak dipungut biaya tempat. Sebagai penjual makanan kadang terasa sedih kalau tidak ada pelanggan. Sebab otomatis dagangan yang tidak habis tidak dapat dijual lagi esok hari karena bakalan basi. Terpaksa merugi lagi,” ucap Sri ketika ditemui pada Selasa (13/9) lalu.

Dengan penghasilan Rp300 ribu di hari-hari normal, Sri bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Tetapi pandemi beberapa bulan belakangan, penghasilannya hanya berkisar Rp150 ribu dalam satu hari. Malah suatu kali sempat ia mendapatkan Rp80 ribu sebab saat itu benar-benar sedang sepi pelanggan.


Sri sendiri tadinya merupakan penerima manfaat dari program Lumbung Sedekah Pangan dari ACT. Melihat karakternya yang gigih dalam berusaha, Global Wakaf – ACT sekaligus menyampaikan amanah Wakaf Modal Usaha Mikro kepada Sri pada Selasa itu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kondisi usahanya yang tengah terdampak.

“Kalau keadaan ini terus-menerus terjadi, kondisi ekonomi Nenek Sri akan semakin merosot dan bukan tidak mungkin akan kehabisan modal. Untuk itu beliau mengaku sangat terbantu dari adanya Wakaf Modal Usaha Mikro ini. Uang modal yang sudah terpakai bisa tergantikan, beliau bisa memperbanyak dagangan lagi, dan insyaallah dapat ramai pembeli lagi,” ucap Andika dari Tim Global Wakaf – ACT Duri.

Selain Sri, ada 5 penerima manfaat lainnya yang mendapatkan amanah Wakaf Modal Usaha Mikro pada hari itu. Semuanya merupakan ibu tangguh yang senantiasa berjuang di saat sulit seperti sekarang. “Masih banyak lagi para ibu yang terus berusaha di tengah pandemi saat ini, dan perjuangan mereka tidak mudah. Untuk itu kami terus mengajak kepada para dermawan untuk selalu membersamai mereka lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. Semoga amanah para dermawan dapat meringankan krisis yang kini sedang mereka alami,” ajak Andika. []