Ternyata Segini Gaji Guru Honorer di Purworejo

Apresiasi guru honorer di Purworejo ternyata tak seberapa. Banyak guru honorer yang terpaksa mencari usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

gaji guru purworejo
Ilustrasi. Salah satu guru honorer, Novita Murdiyanti (kanan) menunjukkan keranjang hasil anyamannya kepada tim ACT Purworejo. (ACTNews)

ACTNews, PURWOREJO – Gaji guru honorer di setiap daerah berbeda-beda, bahkan dalam satu daerah. Seperti halnya di Purworejo, di mana gaji guru honorer satu dengan yang lain berbeda-beda. 

Nurwindah, guru honorer salah satu sekolah di Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo yang sudah mengajar tujuh tahun menerima gaji Rp700 ribu per bulan. Untuk menambah penghasilan, Nurwindah membuka jasa les privat. “Karena tanggungan keluarga tinggi, jadi cari tambahan,” katanya, Senin (20/9/2021). 

Sama halnya dengan Nurwindah, Sunarsih dan Heru Pramono juga menerima gaji Rp700 ribu per bulan. Untuk menambah pemasukan, Sunarsih membuat besek dari bambu untuk dijual. Sementara Heru Pramono membuat dan menjual kerajinan tangan berupa lampu pipa. 

Berbeda dengan ketiganya, guru honorer salah satu sekolah di Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Novita Murdiyanti, mendapat gaji lebih rendah yakni Rp650 ribu. Untuk menutup kekurangan biaya kebutuhan keluarganya, Novi menjadi buruh anyam keranjang dari batang pisang. 

“Per keranjang diberi upah Rp8 ribu. Satu keranjang dikerjakan selama dua hari,” kata Novi saat ditemui tim ACT Purworejo, Senin (20/9/2021). 

Seorang guru honorer lainnya Dwi Yana Setiyasih yang sudah tujuh tahun menjadi guru menerima gaji Rp600 ribu per bulan. Suami Dwi pada 2015 mengalami kecelakaan yang dan harus dioperasi dengan biaya mencapai Rp70 juta. “Biayanya pinjam dan saat ini belum lunas,” jelas ibu satu anak ini. 


Heru Pramono saat sedang membuat kerajinan tangan hiasan lampu pipa. (ACTNews)

Kondisi serupa dialami Waty Dahliyani, guru honorer satu sekolah di Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano. Waty yang sudah mengabdi selama 10 tahun menerima Rp650 ribu per bulan. Suami Waty adalah sopir bus pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan. 

“Selama masa PPKM Darurat, vakum. Tidak mendapatkan jam operasional sopir karena tidak ada pelanggan. Jadi kita sore buka angkringan buat cari tambahan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Atikah Rohmah guru honorer satu sekolah di Desa Tridadi menerima gaji lebih kecil yakni Rp500 ribu per bulan. Untuk menambah penghasilan, Atikah membantu sang suami berjualan gula merah.

Anik Nur Hidayati dari tim ACT Purworejo menjelaskan, gaji yang kecil dan di bawah UMK Purworejo 2021 Rp1.905.400 membuat para guru honorer di Purworejo harus mencari penghasilan lain. “Untuk meringankan beban para guru tersebut, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup,” pungkasnya.[]