Terpuruknya Sektor Pariwisata di Bogor Selama Covid-19

Sektor pariwisata yang menjadi andalan warga Megamendung, Bogor kini sepi. Warganya kini banyak yang tak lagi bekerja sejak adanya wabah corona.

Lansia yang mendapatkan beras dari ACT Bogor, Selasa (14/4). Bantuan ini merupakan lanjutan dari program Operasi Beras Gratis. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Udara di kawasan Desa Pasir Angin, Megamendung, Kabupaten Bogor terasa sejuk. Hilir mudik kendaraan yang biasanya ramai melewati jalur Puncak tampak sepi, tak seperti biasanya. Pemandangan ini terjadi sejak adanya wabah Covid-19 yang dinyatakan telah masuk ke Indonesia sejak awal Maret lalu.

Tak hanya jalur Puncak yang sepi pelintas. Vila, wisma, serta hotel pun turut merasakan sepinya pengunjung. Padahal, tempat-tempat itu merupakan salah satu sumber pemasukan rezeki masyarakat sekitar yang mengandalkan sektor wisata.

Kepala Desa Pasir Angin Endang Setiawan mengaku saat ini pendapatan warganya berkurang sejak sepinya sektor wisata yang menjadi andalan masyarakat sekitar. Pasalnya nyaris semua wisma, vila, serta hotel yang di hari-hari biasa dipenuhi wisatawan, kini sepi karena adanya larangan keluar rumah serta pembatasan sosial.

“Hampir semua warga kami terdampak secara ekonomi, apalagi sekarang vila di sini (Pasir Angin) sepi,” jelas Endang kepada tim ACT, Selasa (14/4).

Di hari itu, ACT berkesempatan berkunjung ke Desa Pasir Angin untuk mendistribusikan bantuan beras dari program Operasi Beras Gratis ACT. Program ini merupakan kelanjutan dari penanganan dampak wabah Covid-19 oleh ACT.

Khisnul Khasanah dari Tim Program ACT Bogor mengatakan, pendistribusian bantuan beras ke warga di Pasir Angin sebagai langkah meringankan beban masyarakat di tengah pendemi. Hal itu mengingat tak sedikit masyarakat yang kini harus tak bekerja lantaran sektor wisata yang menjadi andalan pendapatan mereka terhenti. “Apalagi sekarang ada pembatasan sosial berskala besar yang juga berlaku di Bogor membuat kegiatan di sekitar Pasir Angin dan Megamendung berhenti,” ungkapnya.

Di Desa Pasir Angin, Megamendung, ACT mendistribusikan 250 karung beras yang masing-masing karung berisi 5 kilogram beras. Selain di Megamendung, sebanyak 200 karung beras dengan berat yang sama diserahkan ke masyarakat prasejahtera di Tajurhalang. Total di hari itu, ACT Bogor mendistribuskan 2,25 ton beras ke masyarakat prasejahtera.

Sebelumnya, tepatnya pada Rabu (8/4), warga di Pasir Angin juga menerima makanan siap santap yang diantarkan Humanity Food Van, armada baru ACT. Makanan siap santap ini dimasak di Humanity Central Kitchen yang lokasinya juga berada di Pasir Angin. Sebanyak 200 porsi dibagikan masyarakat di Pasir Angin, sedangkan 1800 porsi lainnya dibagikan ke wilayah Jakarta serta Kota Bogor.

Warga di Desa Pasir Angin kini berharap, bencana wabah Covid-19 ini segera berakhir agar geliat pariwisata di Puncak Bogor kembali ramai.[]