Terus Menghadirkan Kepedulian untuk Veteran

Di zamannya, mereka berjuang dengan gagah berani untuk kemerdekaan Indonesia, tapi sekarang, tak sedikit para pejuang ini harus hidup prasejahtera. Hal inilah yang membawa ACT terus menghadirkan manfaat kedermawanan untuk para pejuang yang kini menjadi veteran.

Tim ACT bersama veteran di Bandung saat membuka paket yang didistribusikan buah kedermawanan masyarakat. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG Didi namanya. Warga Kampung Cipulus, Desa Cilengkrang, Kabupaten Bandung ini usianya telah menginjak 93 tahun. Lansia ini bukanlah orang biasa. Pria kelahiran tahun 1928 ini terlibat dalam peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1946 silam.

Di usia senja, Didi harus menyambung hidup dengan bekerja sebagai hansip, sayang usianya tak lagi menopang tenaga. Kini, Didi hanya bekerja sebagai pencari rumput untuk pakan ternak milik warga sekitar.

“Penghasilan abah itu dari jadi hansip sama cari rumput, satu bulannya bisa dapat 200 ribu (rupiah),” ujar Didi saat ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa (22/6/2021).

Sebagai veteran, Didi tak mendapatkan tunjangan. Permasalahan administrasi membuatnya harus bertahan dengan uang yang dicarinya sendiri dengan bekerja. Dengan uang ratusan ribu per bulan, ayah satu anak ini harus mencukupi kebutuhan hidup di tengah terus meningkatnya harga berbagai kebutuhan.

Masih adanya pejuang yang kini hidupnya dililit keadaan prasejahtera, membawa ACT Bandung kembali menghadirkan bantuan unuk mereka. Berkolaborasi dengan ayobantu.com dan 99Virtual, paket pangan dan santunan tertunaikan untuk beberapa veteran di Bandung.

Irvan Apriana dari tim Program ACT Bandung mengatakan, kepedulian untuk veteran ini merupakan kelanjutan dari aksi baik yang sebelumnya sudah terlaksana. Kali ini, veteran yang ada di wilayah Rancasari, Cibiru dan Cilengkrang yang mendapatkan apresiasi ini.

“Veteran merupakan saksi hidup bagaimana bangsa kita merebut dan mempertahankan kemerdekaannya dari penjajah. Tapi tak sedikit dari mereka yang kini hidup prasejahtera. Tugas kita sebagai penerus bangsa yang usianya jauh lebih mudah bisa memuliakan mereka,” kata Irvan.[]