Terwujudnya Impian Keluarga Almarhumah Yulia

Terwujudnya Impian Keluarga Almarhumah Yulia

ACTNews, SOLOK SELATAN -Jumat (2/11) merupakan hari yang baru dan penuh kebahagiaan bagi keluarga Almarhumah Yulia Chandra (45). Sejak akhir Mei 2018, Tim Program Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat (ACT Sumbar) senantiasa mendampingi Yulia Chandra untuk proses pengobatan Kanker Stadium 4 yang beliau alami. Akibat sakit ini, ketiga anak almarhumah Yulia Chandra, yakni Dewi Susanti (15), Aldo Saputra Rahmadhan (12) dan Defri Ekaputra Surianto (11), putus sekolah karena tidak memiliki biaya. Bahkan, seragam dan alat sekolah pun mereka tidak punya.

Keluarga Yulia selama ini hanya tinggal di gubuk parak milik masyarakat setempat. Namun, pada bulan puasa kemarin, Yulia dipanggil oleh Allah SWT. Melalui Program Mobile Sosial Rescue (MSR), ACT Sumbar bekerja sama dengan Kitabisa.com membantu untuk menyekolahkan ketiga anak almarhumah Yulia. Saat ini, impian keluarga Yulia terwujud: ketiga anak Yulia sudah kembali mengenyam bangku pendidikan.

Tidak sampai di situ, Tim MSR - ACT Sumbar juga meresmikan rumah layak huni untuk keluarga almarhumah Yulia. Peresmian ini dihadiri oleh Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, yang diwakili oleh asistennya. Acara tersebut juga dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dari Dinas Sosial Solok Selatan dan dihadiri oleh Camat Sangir, serta doa bersama yang langsung dipimpin oleh Kabag Kesra Kabupaten Solok Selatan.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada ACT Sumbar atas program yang baik ini dan membantu salah satu warga kami. Dan kami sangat berharap nantinya ACT Sumbar bisa bekerja sama dengan pemerintah Solok Selatan dalam program kebaikan lainnya," ujar Muzni Zakaria.

Jasman (50), suami almarhumah Yulia, begitu bersyukur dengan besarnya kepedulian masyarakat Indonesia yang telah membantunya. "Kami tidak tahu cara berterima kasih kepada pihak ACT karena bantuan ACT lah awalnya istri saya bisa berobat. Bahkan ACT juga hadir memberi kegembiraan kepada anak-anak kami untuk kembali sekolah. Dan hari ini seperti yang Bapak/Ibu lihat bahwa rumah dan tanah yang kami tempati ini adalah bentuk Implementasi program dari ACT. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi melalui ACT dan kitabisa.com. Alhamdulillah, kami bisa hidup di rumah yang bagus ini dan anak-anak kami bisa sekolah,” ujar Jasman. 

“Anak kami yang paling besar seharusnya kelas 3 SMP karena tidak bisa sekolah lagi maka sekarang dia masih menduduki kelas 5 SD. Alhamdulillah dia selalu mendapat juara di kekas. Sedangkan anak kami Aldo juga selalu mendapat juara 1 di kelas ya. Maka, sungguh saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas bantuan yang Ia titip via ACT ini sehingga mereka bisa kembali sekolah,” lanjut Jasman penuh haru.

Dalam penyampaian sambutan, Zeng Welf selaku Kepala Marketing ACT Sumbar menceritakan, ACT mulai mendampingi almarhumah Yulia ketika sakit pada akhir Mei 2018 lalu dengan memberi bantuan obat-obatan. Tim turut mendampingi almarhumah dalam pembuatan kartu BPJS, hingga mendatangkan tim kesehatan ke rumah almarhumah, dan menyekolahkan kembali ketiga anaknya. 

”Program ini juga melibatkan banyak pihak, selain donatur yang baik hati ada relawan yang berjuang keras, mulai dari peninjauan kondisi hingga mendampingi almarhumah semasa hidup dan juga mengurus anak-anaknya untuk bisa kembali ke sekolah. Jadi memang ACT tidak pernah lepas dari orang-orang yang peduli dengan kemanusian. Kita berharap akan banyak lagi sinergi bersama untuk memberi kebaikan kepada yang membutuhkan,” pungkas Zeng. []