Tiada Orang Tua, Pilunya Hidup Abang Beradik di Subulussalam

Dua kakak beradik yatim piatu harus berjuang menjalani hidup. Mereka berharap punya usaha yang mampu mengubah nasib mereka.

Rumah tempat tinggal Baina dan Sapudin. (ACTNews)

ACTNews, SUBULUSSALAM – Baina (22) dan Sapudin (23) dua kakak beradik tanpa orang tua. Mereka kini tinggal berdua di rumah kayu 4 x 5 meter. Rumah penginggalan ayah mereka itu terletak hanya 20 meter dari bibir sungai Lae Souraya, Desa Belukur, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Rumah Baina dan Sapudin jauh dari kata nyaman. Kayu bangunan semakin lapuk, sejumlah bagian dinding telah berlubang. Bila hujan dipastikan air merembes dari atap. Pondasi rumah kan bergoyang bila angin kencang menerpa. Rumah kayu berusia 20 tahun itu hanya memiliki satu ruangan yang difungsikan sebagai ruang makan, ruang tidur, dan ruang tamu

Meskipun rumah panggung, jika sungai meluap, air akan masuk cepat ke dalam rumah. Baina dan abangnya pun mengungsi ke rumah bibi mereka. Peralatan di dalam rumah dibiarkan begitu saja sebab tidak ada barang berharga yang perlu diselamatkan kecuali sebuah ponsel.