Tiap Tahun, Tukang Jamu Keliling di Jakarta Ini Semangat Berkurban

Sutarsih, seorang penjual jamu yang tinggal di Mampang, Jakarta Selatan, selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ikut patungan bersama warga lain membeli satu ekor sapi kurban.

sutarsih di gerobak jamunya
Sutarsih, penjual jamu keliling. (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, JAKARTA – Penghasilan Sutarsih (46) memang tidak besar sebagai seorang penjual jamu keliling. Namun, semangatnya untuk berkurban jangan diragukan. Tiap tahun, ia selalu menyisihkan sebagian uangnya untuk ikut patungan kurban sapi bersama jemaah musala di dekat rumahnya. Menurut Sutarsih, pendapatan sedikit bukan sebuah alasan untuk tidak menjalankan ibadah sesuai anjuran agama.

"Pengen sih beli yang satu (hewan kurban) dan untuk satu keluarga itu. Tapi belum mampu. Belum pernah saya beli yang satu gitu," ujar Sutarsih saat ditemui tim ACT, Selasa (15/6/2021).

Sutarsih pun tetap niat berkurban tahun ini, padahal pendapatannya lebih sedikit karena pelanggan berkurang akibat pandemi. Ia bercerita, di pagi hari, ia akan mendorong gerobak jamu menyusuri jalan-jalan di Kota Jakarta Selatan, seperti Mampang, Tegal Parang, hingga Pancoran. 

”Biasanya yang beli orangnya itu-itu saja. Jarang banget ada yang baru. Karena kalau pembeli udah cocok sama satu tukang jamu, dia jarang beli ke yang lain,” cerita Sutarsih. Sebab itu, jika pelanggan tidak membeli jamunya hari itu, pendapatannya pun berkurang. Per hari Sutarsi hanya memperoleh sekitar Rp65 ribu. Pemasukan itu ia gunakan antara lain untuk membantu menghidupi lima anggota keluarganya.

Sutarsih pun berharap, di Iduladha nanti, Allah SWT memudahkan niatnya berkurban. Ia tidak berharap apapun selain keberkahan.[]