Tidak Ada Biaya, Masjid Hidayatul Ummah di Garut Urung Direnovasi

Masjid Hidayatul Ummah di Garut mulai rusak. Tak hanya itu, luas masjid juga sudah tidak mampu menampung banyaknya jemaah.

masjid hidayatul ummah
Masjid Hidayatul Ummah di Desa Wangunjaya, Garut. (ACTNews)

ACTNews, GARUT – Kehadiran masjid yang layak sangat didambakan warga Kampung Pasir Jaya, Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Satu-satunya masjid di kampung tersebut yakni Masjid Hidayatul Ummah yang mulai rusak.

Dani Ramdhani Kepala Cabang ACT Garut mengatakan, Masjid Hidayatul Ummah berukuran 6x5 meter, berbentuk panggung dan berdiri sejak tahun 2005. Sejak berdiri belum pernah direnovasi. 

Dinding masjid menggunakan bilik bambu dan berlantai kayu yang rapuh termakan usia. Genting sudah banyak yang bocor, sehingga merusak plafon bilik yang ada di bawahnya, tetesan air sering membuat lantai menjadi basah dan kotor.

"Bangunannya masih kecil, karena dulu warga belum banyak. Seiring bertambahnya waktu, warga semakin banyak, tapi luas masjid tidak berubah dan bangunannya mulai rusak," jelas Dani, Kamis (24/62022).

Dani melanjutkan, secara gotong royong, warga sudah mengumpulkan uang untuk merenovasi masjid tersebut. Namun, dana yang terkumpul masih belum cukup untuk membeli semua bahan-bahan bangunan yang diperlukan.

"Sudah dibelanjakan semen, genting, kayu, dan bahan bangunan lainnya. Tapi jumlahnya masih belum cukup. Mayoritas warga kerja sebagai petani dengan pendapatan pas-pasan," kata Dani. 

Meski kondisinya sudah mulai rusak, Masjid Hidayatul Ummah masih digunakan untuk salat jemaah dan tempat mengaji anak-anak. "Warga ingin sekali merenovasi masjid agar dapat menampung lebih banyak jemaah," pungkas Dani.[]