Tidak Ada Gaji, Guru Honorer di Jakarta Timur Berutang untuk Bayar Kontrakan

“Saya sudah mengajar di MI Al-Bahri sejak 1995 dan lebih dari 40 tahun menjadi pengajar. Bagi saya, menjadi guru itu panggilan hati karena jarang orang yang mau mengajar di sekolah kecil dengan gaji pas-pasan,” kata Safei, Rabu (5/5/2021).

Ahamd Safei, guru honorer penerima manfaat beaguru Sahabat Guru Indonesia.
Ahamd Safei, guru honorer penerima manfaat beaguru Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA TIMUR — Global Zakat-ACT kembali melakukan asesmen kepada guru honorer prasejahtera. Kali ini, Ahmad Safei, seorang guru honorer di Jatinegara, Jakarta Timur. Bagi Safei, menjadi guru adalah tugas mulia. Meski dengan gaji pas-pasan, ia tetap menjalani tugas itu dengan sepenuh hati.

“Saya sudah mengajar di MI Al-Bahri sejak 1995 dan lebih dari 40 tahun menjadi pengajar. Bagi saya, menjadi guru itu panggilan hati karena jarang orang yang mau mengajar di sekolah kecil dengan gaji pas-pasan,” kata Safei, Rabu (5/5/2021). 

Dalam sehari, Safei dibayar Rp120 ribu. Namun ia tidak mendapat bayaran jika tidak mengajar. Selama pandemi, Safei mengalami kesulitan ekonomi karena tidak sekolah tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Sejak pandemi pun saya merasa kesulitan menjalani kehidupan sebagai guru, apalagi saat ini terlilit utang, termasuk utang kontrakan tempat tinggal saya sampai saat ini masih menunggak,” lanjut Safei. Ia pun berharap lebih banyak dermawan yang memperhatikan nasib guru-guru kontrak seperti dirinya.

Sebagai bentuk apresiasi dan pemantik semangat mengajar Ahmad Safei, Global Zakat-ACT memberikan beaguru kepada Safei, Rabu (5/5/2021). Tim Program Jakarta Timur Wuryantoro menjelaskan, beaguru menjadi salah satu komitmen program yang dijalankan Aksi Cepat Tanggap Jakarta Timur.

“Insyaallah, melalui Sahabat Guru Indonesia, kami berkomitmen membantu para guru dengan bantuan biaya hidup. Namun, langkah kami tiada berarti tanpa dukungan dermawan, khususnya para muzaki. Kami berharap, Sahabat Dermawan bisa membersamai langkah kami,” jelas Wuryantoro.[]