Tidak Ada Toilet di Sekolah, Guru Tahan Buang Air sampai Pulang

1 dari 10 rumah tangga di Indonesia masih melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka. Baru 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses sanitasi layak.

sumur wakaf untuk sekolah
Ilustrasi. Jamban warga yang dibuat di atas aliran sungai di Banten. (ACTNews/Rahman)

ACTNews, KARAWANG – Sejak mulai mengajar di tahun 1991, Guru SDN Kertawaluya III, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang Wardi harus menahan buang air setiap kali beraktivitas di sekolah. Hal itu ia lakukan karena di sekolah tempat mengajar belum memiliki sarana sanitasi hingga hari ini. Imbasnya, ia didiagnosis menderita sakit batu ginjal. 

Tidak hanya Wardi, guru-guru lain SDN Kertawaluya III juga harus menahan buang air. Sementara itu banyak siswa sering buang air sembarangan jika sangat kebelet.

“Kalau (siswa) yang rumahnya dekat dan punya toilet, siswa pulang dulu setelah itu balik ke sekolah lagi. Kalau yang tidak punya (toilet) asal aja,” ujar Wardi saat diwawancarai ACTNews, Kamis (16/12/2021).

Menurut tim program ACT Karawang, M. Sidiq sebagian masyarakat di Desa Kertawaluya masih belum memiliki sarana sanitasi di rumahnya. Masyarakat memanfaatkan sungai sebagai tempat buang air atau toilet yang berada di fasilitas umum. 

“Jadi beberapa kali kita survei warga juga masih banyak yang tidak punya toilet. Salah satu alasannya karena biaya pembuatan toilet dan sumur itu mahal, jadi belum mampu buat,” katanya. 

Ketersediaan sanitasi layak berupa jamban keluarga di Kabupaten Karawang, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang tahun 2018 mencapai 69,93%. Sementara itu menurut data Kelompok Kerja Pembangunan Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi Nasional, Kementerian PPN/Bappenas tahun 2019, baru 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses sanitasi layak.

Selain itu, 1 dari 10 rumah tangga masih melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka. Yaitu rumah tangga tidak memiliki fasilitas buang air besar dan/atau memiliki fasilitas tetapi tidak menggunakannya.[]