Tiga Bulan Terakhir, Pengungsi di Mamboro Induk Kesulitan Air Bersih

“Sudah tiga bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara kami hanya menumpang dari kantor kecamatan yang berjarak kurang lebih 200 meter dari huntara kami”

Tiga Bulan Terakhir, Pengungsi di Mamboro Induk Kesulitan Air Bersih' photo
Relawan ACT Sulteng mengisi air bersih di ember-ember yang yang disediakan oleh pengungsi di kompleks Hunian sementara Di Kelurahan Mamboro Induk, Kota Palu Jumat (25/10). Tiga bulan terakhir 73 KK di Huntara tersebut kesulitan mendapatkan air bersih akibat mesin pompa air yang disediakan di hunian itu rusak. (ACTNews/Chandra)

ACTNews, PALU – Ratusan jiwa pengungsi yang tinggal di kompleks hunian sementara (huntara) di Kelurahan Mamboro Induk, Kota Palu, Sulawesi Tengah, keluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya mesin pompa air yang disediakan di huntara itu rusak dan tidak bisa lagi menyedot air bersih dari sumur.

Salah seorang pengungsi yang tinggal di huntara itu, Lia (49), mengatakan, mereka  kesulitan mendapatkan air bersih sejak tiga bulan terakhir. Menurut Lia, mesin pompa air yang disediakan  di huntara tersebut tidak bisa lagi menyedot air bersih.

“Sudah tiga bulan kami kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara kami hanya menumpang dari kantor kecamatan yang berjarak sekitar 200 meter dari huntara kami,” kata Lia, Jumat (25/10).

Lia juga mengatakan pasokan air bersih dari kantor kecamatan itu tidak mampu memenuhi kebutuhan 75 Kepala Keluarga di huntara yan ia huni. “Kalau air tidak cukup biasanya kami mencuci pakaian di rumah kami sebelumnya, yang rusak dihantam tsunami. Jaraknya sekitar satu kilometer dari huntara ini,” tambahnya.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi di hunian sementara itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan enam ribu liter air bersih pada Jumat (25/10) pagi. Setiba di lokasi distribusi, sejumlah ibu rumah tangga yang  membawa ember mulai mengantre. Sementara itu, sejumlah relawan ACT yang melakukan distribusi juga mengisi tandon air yang berkapasitas ribuan liter.

Sumarni, salah satu pengungsi korban tsunami yang tinggal di huntara it,u mengaku sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh ACT. “Alhamdulillah bantuan air bersih ACT dapat meringankan beban kami, khususnya kebutuhan air bersih kami setia harinya,” ungkanya.

Sementara itu Kepala Cabang (Kacab) ACT Sulawesi Tengah (Sulteng) Nurmarjani Loulembah mengemukakan, pendistribusian air bersih kembali dilakukan sejak seminggu terakhir, menjangkau Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. Setiap hari, enam ribu liter air didistribusikan. Aksi ini merupakan kerja sama antara ACT dan blibli.com.

“Setahun pascabencana, salah satu problem yang hingga kini masih dialami oleh para penyintas adalah air bersih. Kami berharap dari bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk peduli terhadap sesama, khususnya, warga yang terdampak bencana alam pada 28 September silam,” pungkas Nani.

Pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan di hunian sementara, namun juga didistribusikan di wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan seperti di Desa Soulowe dan Desa Maranata, Kabupaten Sigi. []

Bagikan