Tiga Hari Pertama Ramadhan Care Line, Puluhan Ribu Kilogram Beras Sampai ke Penerima Manfaat

Dalam tiga hari pertama layanan Ramadhan Care Line 24 jam, lebih dari 23.000 kilogram beras dibagikan ke masyarakat prasejahtera.

Tim yang bertugas menerima telepon dari calon penerima manfaat Ramadhan Care Line.
Tim yang bertugas menerima telepon dari calon penerima manfaat Ramadhan Care Line. (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap menguatkan program Ramadhan Care Line dengan layanan 24 jam pada sepuluh hari terakhir Ramadan ini. Ramadhan Care Line semakin dimasifkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera.

Koordinator Ramadan Care Line Pungki Martha Kusuma menyampaikan, tiga hari pertama Ramadhan Care Line beroperasi 24 jam, panggilan yang masuk jauh meningkat dibanding hari-hari sebelumnya. Biasanya, telepon yang masuk maksimal hanya mencapai seribu panggilan per hari. Namun dalam tiga hari ini, telepon yang masuk mencapai  8.766 panggilan.

"Peningkatannya pesat sekali, di bunyi 'kring-kring' tidak ada hentinya terdengar di ruangan teman-teman kami yang bertugas mengangkat telepon," ujar Pungki, Kamis (6/5/2021).

Selain calon penerima manfaat, penelepon juga datang dari kerabat, tetangga calon penerima manfaat, hingga ketua RT yang ingin membantu warganya yang butuh bantuan pangan..

Pungki menyebutkan, dalam tiga hari pertama Ramadhan Care Line beroperasi 24 jam, layanan ini telah memberikan hingga 23.358 Kg beras ke 7.786 keluarga. Sehingga total ada 38.930 jiwa yang merasakan manfaat dari layanan ini.

Pungki juga menjelaskan, selain berdampak bagi penerima manfaat bantuan pangan, Ramadhan Care Line juga berguna menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya posisi pengirim bantuan ke penerima manfaat. "Saat ini ada 357 tenaga kerja tambahan yang terlibat," katanya.

Ia mengajak masyarakat memasifkan program ini hingga menjelang hari raya nanti. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini, mereka dapat menghubungi nomor  0800-1-165-228 dan melengkapi data administrasi berupa KTP dan Kartu Keluarga.

"Masyarakat yang menelepon tidak perlu khawatir terhadap data yang nanti diberikan. KTP dan Kartu Keluarga hanya akan kita gunakan untuk verifikasi data. Tidak akan ada penyalahgunaan dengan data tersebut," pungkas Pungki.[]