Tiga Pekan Terendam Banjir, Warga Sintang Darurat Pangan dan Obat-Obatan

Banjir selama tiga pekan ini membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Tidak ada yang bisa mereka lakukan. Mereka mengandalkan bantuan datang.

banjir kalbar
Banjir menggenangi kawasan di sekitar Masjid Jami Sultan Nata, Kabupaten Sintang, Senin (15/11/2021). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SINTANG -- Sudah tiga pekan banjir merendam Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Sedikitnya 32.919 warga sangat membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan.

Dalam mensiasati banjir, warga membuat meja tinggi untuk menghindari luapan air masuk ke rumah. Meja yang sama digunakan sebagai alas tidur darurat.

Tim Program ACT Kalimantan Barat Nircho Dwi Anggoro mengatakan, tinggi muka air saat ini bervariasi. Meski di beberapa wilayah mulai surut, namun curah hujan tinggi dan tidak menentu membuat tinggi muka air kembali naik.

“Ketinggian air masih sekitar 50 sentimeter sampai dengan 1,5 meter. Di beberapa wilayah ketinggian air mencapai tiga meter,” ujarnya saat dihubungi, Senin (15/11/2021).

Nircho melanjutkan, saat ini warga Kabupaten Sintang sangat membutuhkan bantuan pangan dan obat-obatan. Mengingat banjir selama tiga pekan ini membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Tidak ada yang bisa mereka lakukan. Warga mengandalkan bantuan yang datang.

"Sudah tiga minggu warga mengungsi. Warga terpaksa mengharapkan bantuan dari para Sahabat Dermawan,” lapor Nircho.

Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban banjir saat ini berupa makanan siap saji, perlatan kebersihan, obat-obatan, dan keperluan bayi. Nircho melanjutkan, Tim MRI-ACT Kalimantan Barat sedang memaksimalkan upaya pemenuhan kebutuhan korban. Nircho berharap, Sahabat Dermawan bisa membersamai langkah ACT-MRI.[]