Tiga Pesantren di Tegal Terima Bantuan Dua Ton Beras

Tiga pesantren di Tegal yang mendapatkan 2 ton beras dari program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) dari ACT. Pembagian beras ini merupakan ketiga kalinya dari rangkaian distribusi BERISI di Tegal.

Tiga Pesantren di Tegal Terima Bantuan Dua Ton Beras' photo
Serah terima beras dari Tim ACT Tegal kepada santri Pesantren Al Ma'had Al Mushaf. (ACTNews)

ACTNews, TEGAL – Program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) kembali menyapa pesantren-pesantren di wilayah Tegal. Sebanyak 2 ton beras didistribusikan kepada tiga pondok pesantren di Tegal pada Ahad (22/12) lalu hingga Senin (23/12).

Salah satunya adalah Pesantren Al Ma’had Al Mushaf asuhan Kyai Mustaqim Rois Al Hafidz, Desa Kalisoka, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Kyai Mustaqim mengucapkan banyak terima kasih kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan kehadiran program BERISI untuk 150 santri-santrinya.

“Saya baru pertama kali ini bersentuhan langsung dengan program semacam ini. Biasanya saya hanya bisa melihat dari televisi. Makanya saya sangat menyambut baik apa yang dilakukan ACT dan saya juga ingin ke depannya bisa membantu ACT. Setidaknya kalau tidak bisa membantu dengan tenaga, bisa dengan memberikan informasi yang berguna untuk ACT ke depannya, ungkap Kyai Mustaqim.

Sementara pesantren lainnya adalah Pesantren Dzulfikar Sallam berlokasi di Desa Kedungwungu, Kecamatan Jatinegara. Pesantren ini didirikan sejak tahun 1996 oleh Kyai Mukarom.


Santri-santri Pesantren Dzulfikar Sallam membantu tim membawa beras-beras ke dalam pondok pesantren. (ACTNews)

Pesantren Dzulfikar Sallam juga memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan para santri. Banyak upaya yang sudah pernah dilakukan oleh pengurus beserta para santri guna menghidupi Pesantren Dzulfikar Sallam, seperti beternak ikan, kambing, sampai bercocok tanam. Namun, hasilnya masih jauh dari apa yang diharapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan pesantren.

Pondok pesantren ketiga adalah Pesantren Manba’ul Ulum yang berlokasi di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Pesantren yang mulai dirintis sejak 55 tahun silam, kini kepengurusannya dipegang oleh Kyai Miftahudin.

Pesantren yang mempunyai sekitar seratusan santri ini juga memiliki sekolah formal seperti RA, MI, MTs, dan Aliyah. Seperti juga pesantren lainnya disini juga membebaskan biaya untuk para santri yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Adinda Fiqih Damayanti dari Tim Program ACT Tegal menyampaikan bahwa ini adalah rangkaian program BERISI yang sudah pernah dijalankan. “Ini adalah kali ketiga ACT Tegal mendistribusikan beras dari program BERISI. Khusus kali ini beras yang kita terima adalah sebanyak dua ton, didatangkan langsung dari Lumbung Beras Wakaf (LBW) yang ada di Cepu, Blora Jawa Tengah, ujar Adinda. Ia berharap ke depannya BERISI dapat terus berkelanjutan sehingga dapat memberdayakan lebih banyak santri di Tegal. []


Bagikan