Tim Emergency Response Kalimantan Selatan Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Kalimantan Selatan menjadi wilayah yang turut melakukan Apel Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021 serentak, Rabu (16/12). Selain apel, relawan Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan juga diperkuat dengan latihan penyelamatan di air.

Anggota Tim Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan dalam simulasi penyelamatan korban tenggelam. Latihan penyelamatan di air dilakukan usai Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021. (ACTNews/Fikri)

ACTNews, BANJARMASIN – Tujuh orang tim Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan segera menyelamatkan nyawa Icat, korban hanyut, dengan upaya semaksimal mungkin. Berenang melawan arus Sungai Martapura yang mengalir deras, salah seorang relawan mengangkat tubuh Icat. Korban kemudian dievakuasi ke tepi sungai untuk mendapatkan pertolongan pertama. Salah seorang relawan bertugas memberikan bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen. Beruntung, Icat langsung siuman.

Rangkaian peristiwa itu merupakan simulasi water rescue atau penyelamatan di air yang dilakukan Tim Emergency Response-ACT Kalimantan Selatan dalam rangka Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021. Menurut Komandan Tim Disaster Emergency Response-ACT Kalimantan Selatan Muhammad Riadi, rangkaian simulasi penyelamatan di air untuk memantapkan kesiapan relawan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kalimantan Selatan.


Tim DER ACT dan MRI Kalimantan Selatan menggunakan perahu karet dalam penyelamatan korban tenggelam. (ACTNews/Fikri)

Selain harus sigap menyelamatkan korban, Riadi juga menekankan faktor keselamatan tim penyelamat. “Dalam penyelamatan, alat pelindung diri tim penyelamat tidak kalah penting. Sebab, yang utamakan adalah safety (keselamatan). Sebelum menolong orang, pastikan keselamatan diri sendiri dulu,” papar Riadi di sela simulasi.

Riadi menjelaskan, Apel Siaga Menghadapi Potensi Bencana Tahun 2020-2021 digelar serentak oleh 12 Tim Emergency Response-ACT di seluruh Indonesia. Salah satu penguat apel siaga bencana adalah menguatkan lagi komando tim tanggap darurat di tengah potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang didorong La Nina. 

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, kesiapan relawan untuk menghadapi potensi bencana sangat diperlukan.


“Para relawan tanggap darurat merupakan orang-orang pilihan yang menjadi perpanjangan tangan masyarakat dalam membantu sesama yang tertimpa bencana. Sebab itu, mereka harus memiliki kesiapan yang prima,” kata Zainal.

Zainal mengingatkan, potensi bencana bisa saja terjadi di mana pun, tidak terkecuali Kalimantan Selatan. Terlebih, kesiapsiagaan harus ditingkatkan saat fenomena cuaca ekstrem yang belakang juga melanda di Bumi Lambung Mangkurat ini.

“Apel siaga ini bertujuan, agar kita ingin bersiap siaga menghadapi bencana yang datang kapan saja. Para dermawan juga dapat mendukung kesiapan yang dilakukan ACT melalui bantuan terbaik melalui Indonesia Dermawan,” tandas Zainal.[]