Tim Humanity Medical Services-ACT Beri Layanan Kesehatan untuk Penyintas Banjir Flores Timur

Sejumlah penyintas banjir Bandang di Kecamatan Adonara Timur mengalami luka terbuka dan fraktur akibat terbentur material banjir. Sebagian pasien belum dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagian lain mengalami demam hingga syok.

Pelayan kesehatan untuk penyintas banjir bandang di Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. (ACTNews)

ACTNews, FLORES TIMUR — Bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan sejumlah warga terluka akibat terbentur material banjir. Tim Humanity Medical Service-Aksi Cepat Tanggap saat ini sudah berada di Desa Waiwerang dan Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Dokter Refitia Inayah, Tim Humanity Medical Services (HMS)-Aksi Cepat tanggap (ACT) yang bertugas menerangkan, Tim medis ACT sudah berada di Adonara Timur sejak Selasa (6/4/2021). Sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan tim HMS-ACT, banyak warga yang mengalami gangguan napas, syok, dan luka lebam dan sobek karena terbentur material banjir.

“Tim medis berkeliling dari rumah ke rumah memeriksa kondisi kesehatan penyintas. Banyak yang mengeluhkan sesak napas, luka-luka terkena benda tajam saat menyelamatkan diri, dan syok karena enggak menyangka ada bencana,” kata Dokter Refitia, Rabu (7/4/2021). 

Selain memeriksa kondisi kesehatan penyintas, tim HMS-ACT juga melakukan pemetaan kapasitas wilayah terkait kebutuhan medis para penyintas. Hal itu dilakukan untuk melakukan distribusi bantuan dan pelayanan yang akan diberikan sesuai kebutuhan penyintas di tiap-tiap wilayah.

“Kami juga sudah melakukan pelayanan di Posko MAN 1 di Desa Waiwerang. Sebanyak empat orang pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek. Kondisi saat ini, masih banyak korban luka terbuka dan fraktur yang belum di rujuk ke fasilitas kesehatan. Sebagian masih bertahan di rumah keluarga atau pergi ke dukun kampung,” lapor Dokter Refitia. []