Tim Medis ACT Sambangi Desa Terisolir Longsor di Bogor

ACT yang hingga kini terus mengawal penanganan bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mengirimkan tim medisnya pada Ahad (5/1) untuk memastikan kesehatan warga.

Tim Medis ACT Sambangi Desa Terisolir Longsor di Bogor' photo
Ambulans ACT tiba di Desa Gunung Koneng, titik terakhir yang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Desa Jayaraharja yang masih terisolir lebih kurang 2 kilometer. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR - Sejumlah desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor masih terisolir akibat longsor yang melanda sejak Rabu (1/1) lalu. Jalan utama menuju kecamatan tersebut tertutup longsor sepanjang lebih kurang 100 meter di wilayah Desa Sukaraksa, Cigudeg. Akibatnya, pasokan pangan hingga layanan kesehatan dari dan menuju Sukajaya terhambat untuk sementara. 

ACT yang hingga kini terus mengawal penanganan bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, pada Ahad (5/1) mengirimkan tim medisnya untuk memastikan kesehatan warga. Walau medan cukup berat, Tim Medis ACT berikhtiar menyambangi Desa Jayaraharja di Kecamatan Sukajaya. Di desa ini, ratusan jiwa terisolir karena akses jalan dari Desa Gunung Koneng dan Harkat Jaya terputus diterjang luapan air Sungai Cibarengkok yang melintasi desa tersebut. 

Hakim selaku Koordinator Posko Bencana Banjir dan Longsor ACT Wilayah Cigudeg mengatakan, Desa Jayaraharja bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda (4WD). Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama lebih kurang 45 menit dari Desa Gunung Koneng. Banyaknya titik longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan menjadi kendala. 

"Untuk sekarang kita coba membawa ambulans dan tim medis sambil membawa logistik pangan. Perjalanan ambulans akan didampingi kendaraan 4WD. Tapi kendaraan enggak akan sampai lokasi karena akses terputus untuk roda empat maupun roda dua, " jelas Hakim. 


Tim Medis ACT memberikan layanan kesehatan di Desa Jayaraharja, Sukajaya. Desa ini hanya dapat ditempuh dengan berjalanan kaki karena akses jalan terputus pasca longsor. (ACTNews/Eko Ramdani)

Di Desa Jayaraharja, ratusan warga mengantre untuk mendapatkan pelayanan medis. Pelayanan medis ini merupakan yang pertama sejak desa tersebut terisolir akibat tanah longsor. Sella Eka Yulia Putri dari Tim Medis ACT mengatakan, secara umum kondisi warga di Desa Jayaraharja cukup baik. Mereka hanya mengalami trauma akibat bencana banjir ini. Selain itu ditemukan juga warga yang mengalami ISPA dan lingkungan yang kurang bersih. 

"Di tengah ancaman bencana dan musim penghujan seperti ini, warga disarankan untuk melakukan gaya hidup sehat dengan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal mereka," ungkap Sella. 

Aliran listrik di Desa Jayaraharja hingga saat ini masih terputus akibat longsor yang merobohkan jalur listrik ke desa ini. Tiap malam warga hanya mengandalkan penerangan dari lilin. Kebutuhan mendesak berupa bahan pangan pokok serta lilin atau alat penerangan sangat perlu dipenuhi untuk saat ini. []

Bagikan

Terpopuler