Tim Tanggap Darurat ACT Evakuasi Korban Banjir Tanggul Jebol Citarum

Selain mengevakuasi warga, Aksi Cepat Tanggap juga melakukan pelayanan kesehatan dan distribusi logistik untuk korban banjir jebolnya tanggul Sungai Citarum, Senin (22/2/2021).

Tim tanggap darurat menyusuri permukiman warga yang terendam banjir dengan perahu karet
Tim tanggap darurat menyusuri permukiman warga yang terendam banjir dengan perahu karet. Tim juga mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BEKASI – Hingga Senin (22/2/2021) pagi, Tim Tanggap Darurat masih melakukan evakuasi di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Tim melakukan evakuasi menggunakan perahu karet ke pemukiman terdampak banjir dengan medan yang berarus deras. Proses evakuasi sampai ke titik tanggul jebol di lokasi disertai dengan pendistribusian logistik. 

Komandan Tim Tanggap Darurat Kusmayadi menjelaskan, selain evakuasi, tim medis turut diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan ke sejumlah korban yang telah mengungsi. “Kami juga mendistribusikan makanan siap santap kepada para korban di Kabupaten Bekasi,” kata Kusmayadi, Senin (22/2/2021).

Saat tim bertugas, permukaan air masih cukup tinggi, yakni 100-200 cm. Cuaca juga masih mendung dan berisiko turun hujan. Saat evakuasi, tim bahkan bertemu warga yang terseret arus. Bermodalkan gabus dan kayu, warga berpegangan sekuat tenaga agar tidak semakin terseret.

Sabtu (20/2/2021) tengah malam, tanggul Sungai Citarum setinggi 50 meter jebol. Air bah berdampak ke wilayah Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Ketinggian air di permukiman warga pun sekitar 100-150 cm. Musibah ini berdampak ke kurang lebih 6.000 keluarga di Kabupaten Bekasi dan Karawang.[]