Tinggal Berdua, Lansia Kakak Beradik Ini Hidup Tak Layak

Kondisi memprihatinkan Mbah Tulsiyah dan Mbah Tulkiyem, kakak beradik asal Desa Karang Kobar Kulon, Magelang, Jawa Tengah. Mereka terpaksa tinggal di rumah tak layak huni bagaikan gudang penyimpanan barang bekas.

Tulsiyah dan Tulkiyem
Mbah Tulsiyah terbaring lemas akibat menderita sakit di rumahnya di Desa Karang Kobar Kulon, Magelang, Jawa Tengah. (ACTNews)

ACTNews, MAGELANG – Mbah Tulsiyah dan Tulkiyem, kakak beradik asal Desa Karang Kobar Kulon, Magelang, Jawa Tengah, tinggal di sebuah rumah berukuran 4x5 meter.  Rumah mereka tanpa lantai keramik, hanya beralaskan lantai yang terbuat dari semen. Kondisi ruangannya gelap, cahaya lampu watt kecil pun tidak mampu menerangi ruangan.

Tak ada tempat tidur. Mereka berbaring beralaskan karung goni yang ditata rapi dialasi dengan jarik batik. Mereka pun tidak memiliki bantal yang empuk dan nyaman. Tanpa selimut, mereka melawan dinginnya angin malam.

Kini sang kakak, Tulsiyah sudah sakit-sakitan. Ia tak bisa lagi bangun bahkan kesulitan untuk berbicara. Di rumah tua itu ia dirawat oleh sang adik Tulkiyem. Namun, Tulkiyem mengalami gangguan kejiwaan. Ia tak lupa dengan sang kakak, ia pun masih bisa memberi makan dan merawat kakaknya walau ala kadarnya.

Keadaan Tulsiyah dan Tulkiyem ditemui anggota Masyarakat Relawan Indonesia Adrian Kurniawan Santoso. Ardian yang saat itu melihat kondisi Tulsiyah dan Tulkiem pun segera melakukan pengkondisian rumah.

“Kita lakukan evakuasi buat mbah Tulsiyah dan mbah Tulkiyem, dimandikan juga, juga pembersihan rumah mereka,” kata Adrian, Senin (23/8/2021). 

Menurut Ardian, tidak adanya meja, membuat makanan hasil olahan Tulkiyem tergeletak di bawah lantai. Tidak ditutup, makanan terbuka begitu saja. Sering kali serangga hinggap di sana. Makanan yang seharusnya dimakan Tulsiyah dan Tulkiyem, tak jarang lebih dulu dicicipi kecoa.

Ardian mewakili MRI-ACT juga berikan bantuan berupa sembako kepada kedua lansia tersebut.

Tulsiyah yang saat itu terbaring merasa bingung dengan kehairan para relawan. Meski awalnya ia tak tahu, namun ia sadar bahwa dirinya dan adiknya akan segera mendapat pertolongan. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Matur nuwun sanget (terima kasih banyak),” ucap Tulsiyah dengan terbata-bata kepada Ardian.[]