Tinggal di Gubuk Reot, Nasib Pilu Pasutri Lansia di Pasuruan

Nasib Safa’at (98) dan Aminah (81, pasutri lansia ini tinggal di gubuk berukuran 2x1 meter dan seringkali kelaparan karena tidak punya makanan sedikit pun.

Tinggal di Gubuk Reot, Nasib Pilu Pasutri Lansia di Pasuruan
Safa’at dan Aminah harus tinggal di gubuk reot berukuran 2x1 meter. (ACTNews)

ACTNews, PASURUAN – Indahnya kehidupan di hari tua rasanya tidak bisa terbayang dalam benak Safa’at (98) dan Aminah (81), pasangan suami istri lansia di Dusun Kalimalang, Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan, Jawa Timur.

Jangankan punya rumah mewah atau harta berlimpah, Safa’at dan Aminah hanya mempunyai rumah gubuk yang sudah reot. Ukuran rumahnya hanya 2x1 meter dan persis berada di pinggir saluran air. Temboknya hanya potongan kayu dan bambu dengan atap asbes.

Safa’at dan Aminah tidak dikaruniai anak. Teman mereka di usia senja hanyalah suara perut menahan lapar karena sering kali tidak memiliki makanan. Safa’at merupakan eks pejuang dan veteran perang.

ACT-MRI Pasuruan mendatangi gubuk reot Safa’at dan Aminah, Jumat (22/10/2021) siang. Bantuan paket pangan menyapa mereka.

“Siang ini kami berkesempatan mendatangi rumah gubuk milik Kakek Safa’at dan Nenek Aminah. Kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi kalau hujan itu sering bocor dan mereka kedinginan. Terlebih mereka tidak punya kamar mandi dan fasilitas MCK, jadi cuma mengandalkan aliran air di samping gubuk,” tutur Tim Program ACT Pasuruan Muhammad Al Amin Sholeh.

Amin mengungkapkan, Safa’at dan Aminah sangat bahagia dan bersyukur atas pemberian bantuan paket pangan. “Insyaallah, kami terus berikhtiar dalam menyejahterakan para lansia yang nasibnya sangat perlu perhatian. Hidup mereka begitu mereka miskin, saatnya kita bersama bergerak lewat sedekah dan aksi nyata,” tambahnya.[]