Tips Cegah Osteoporosis dari Dokter HMS-ACT

Tiap 20 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia. Kementerian Kesehatan menjelaskan 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis atau keropos tulang. Wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria.

Simak! Berikut Cara Mencegah Osteoporosis
Ilustrasi. Dokter HMS memeriksa kesehatan pasien lansia. Osteoporosis umumnya dialami lansia berusia 50-70 tahun. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Tak banyak yang tahu jika setiap tanggal 20 Oktober diperingati sebagai Hari Osteoporosis. Peringatan itu dilatarbelakangi proyek National Osteoporosis Society di Inggris pada 20 Oktober 1996.

Penyakit ini mengakibatkan kondisi tulang memburuk karena pori-pori tulang mengalami pengeroposan. Di Indonesia, berdasarkan data yang dirilis dari Kementerian Kesehatan, 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis.

Osteoporosis umumnya terjadi pada usia 50-an saat wanita mengalami pascamenopause. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan, wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria. Hal ini disebabkan wanita memiliki masa menopause yang membuat kadar hormon estrogen menurun dan mempengaruhi kemampuan pembentukan tulang. Sementara, pada pria dan wanita berusia di atas 70 tahun, osteoporosis terjadi karena kekurangan kalsium dan sel-sel perangsang pembentuk vitamin D.

Sedari dini, masyarakat bisa mencegah osteoporosis. Koordinator Dokter Humanity Medical Services ACT dr. Alifa Astuti menjabarkan beberapa kiat.

“Ya sebenarnya tiap individu bisa melakukan tindakan preventif terhadap osteoporosis, yakni dengan mengonsumsi makanan bernutrisi yang kaya akan kandungan kalsium sebagai pembentuk tulang, seperti brokoli, tempe, dan tahu.” ungkap Alifa.

Alifa menuturkan, aktivitas fisik secara rutin dan teratur dengan berolahraga dapat mengurangi risiko patah tulang bagi lansia yang terkena osteoporosis. Ia juga mengimbau, aktivitas fisik sebaiknya sudah dirutinkan sejak masih muda demi pertumbuhan tulang optimal.

“Kita juga diharapkan rutin berjemur di bawah paparan sinar matahari tiap jam 09.00 pagi selama 15 menit, intensitasnya 2-3 kali dalam seminggu. Area lengan dan tungkai wajib terkena sinar matahari. Perlu diperhatikan hindari bagian kepala dan leher,” tutur Alifa.

Selain itu, Alifa mengingatkan perlunya menghindari rokok, minuman beralkohol, serta kafein berlebihan. “Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia harus dijadikan momentum bagi kita melakukan pencegahan sejak dini. Ayo kita jaga kesehatan tulang dan terus beraktivitas fisik secara aktif agar mengurangi risiko terkena osteoporosis,” tambahnya.[]