Toko Kita Peduli Luaskan Filantropi lewat Daur Ulang Baju Bekas

Toko Kita Peduli (TKP) bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjalankan aktivitas toko yang menjual baju bekas daur ulang selama 3 tahun belakangan. Namun selain keuntungan, TKP juga memberikan banyak manfaat kepada warga sekitar. Mulai dari bantuan, hingga pemberdayaan.

Toko Kita Peduli Luaskan Filantropi lewat Daur Ulang Baju Bekas' photo
Ibu-ibu sedang memilih-milih baju di Toko Kita Peduli. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, BOGOR – Beberapa ibu mengerubungi teras Toko Kita Peduli (TKP) untuk memilih-milih baju. Sebagian dari mereka sudah ada yang menentukan pilihannya dan memasukkannya ke dalam kantong plastik besar pada Selasa (4/2) lalu.

Sudah sekitar 3 tahun ini, TKP bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjalankan aktivitas penjualan baju bekas yang didaur ulang di sekitar Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sehari-harinya, TKP bisa menjual 10 potong baju kepada warga sekitar. “Bisa sampai Rp100 ribu - Rp200 ribu untuk satu orang. Bahkan yang beli dengan karung juga ada,” Nunung Hasanah sebagai pengelola TKP.

Indah Silvia, salah satu pembeli yang sedang mencari baju, mengatakan ia memang cukup sering berbelanja di TKP. Ia bisa membawa pulang satu kantong penuh baju dalam satu kali berbelanja.

“Selain murah, barangnya masih bagus-bagus. Kadang masih suka ada yang bermerek, jadi seperti baru. Baju-bajunya tidak cuma buat saya sendiri, tapi buat anak, buat suami juga ada,” kata Indah.

Namun tidak hanya keuntungan, aktivitas yang dijalankan TKP juga bernilai filantropi bagi warga setempat. Setelah sempat mewakafkan keuntungan sebesar Rp5 juta lewat Global Wakaf – ACT satu pekan silam, pada hari itu TKP memberikan santunan kepada 10 orang anak yatim dan prasejahtera.


Beberapa anak yatim dan prasejahtera yang menerima santunan dari TKP. (ACTNews/Muhar Zulfikar)

“Santunan kira-kira sudah berjalan selama setengah tahun ini. Semua uang santunan yang kita berikan berasal dari uang keuntungan TKP. Untuk hari ini kembali kita berikan kepada 10 orang anak yatim dan prasejahtera,” ujar Nunung.

Kedua anak Endah, salah seorang ibu tunggal, menjadi penerima manfaat dari santunan TKP. Endah yang sehari-harinya kini menjual mainan dengan mendorong gerobak, merasa bersyukur dengan adanya TKP karena dapat membantu dirinya serta warga sekitar.

“Alhamdulillah, TKP bisa membantu. Saya tidak bisa membalas apa-apa, mudah-mudahan TKP tambah maju lagi. Biar Allah nanti yang membalas kebaikan-kebaikannya,” kata Endah.

Selain santunan, TKP juga menyediakan pinjaman bagi warga yang memang sedang membutuhkan uang. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya bank keliling yang terkadang malah mencekik warga dengan pinjaman berbunga.


“Daripada mereka meminjam dengan bunga, saya berpikir lebih baik keuntungan TKP saja yang dipinjamkan. Karena kalau mereka pinjam di TKP, saya tidak akan mengambil bunga. Itu pun bayarnya nanti saja, ketika sudah ada uang,” jelas Nunung.

Pinjaman dari TKP sampai ke Esih, salah satu warga. Dengan profit TKP yang dipinjamkan kepadanya, Esih kini mendapatkan sedikit suntikan modal untuk usahanya yakni warung makanan ringan dan nasi uduk.

“(TKP ini) bagus, usaha kecil seperti saya jadi terbantu. Anak saya juga sempat mendapatkan santunan dari TKP. Saya juga jadi ada pekerjaan. Mencuci baju-baju di TKP itu kan pekerjaan saya juga,” tutur Esih. TKP memang juga memberdayakan Esti untuk mencuci baju di TKP sebelum dijual dengan bayaran Rp6 ribu setiap kilogramnya. Sementara pakaian yang diterima Esih berkisar 10-14 kilogram setiap kali datang.

Semua aktivitas kemanusiaan itu kata Nunung bertujuan untuk berguna untuk masyarakat sekitar. Ia tidak terlalu berpikir tentang keuntungan dari TKP.

“Saya ingin TKP itu bisa berguna bagi masyarakat sini. Paling tidak untuk memberdayakan ibu-ibu prasejahtera yang ada di desa. Bahkan untuk laundry-nya saja, kita pilih ibu-ibu yang memang kriterianya memenuhi (untuk diberdayakan),” jelas Nunung. Ia berharap, ke depannya TKP dapat lebih maju lagi sehingga bisa menyebarkan manfaat lebih luas kepada masyarakat sekitar. []


Bagikan

Terpopuler