Trasti dan ACT Salurkan Masker untuk WNI di Hong Kong

Permintaan masker semakin meningkat, akan tetapi stoknya semakin terbatas. Untuk itu, Trasti pada Jumat (7/2) menyalurkan donasi maskernya untuk WNI di Hongkong sebanyak 10 ribu pis melalui ACT.

Trasti dan ACT Salurkan Masker untuk WNI di Hong Kong' photo
Serah terima bantuan masker dari Trasti ke ACT, Jumat (7/2). Sebanyak 10 ribu pis masker donasi dari trasti akan dikirim ke Hong Kong untuk WNI yang ada di sana. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, DEPOK Virus corona yang terus menyebar dan menjadi ancaman bagi masyarakat di seluruh dunia membuat kekhawatiran sejak beberapa pekan terakhir. Warga di semua tempat ramai membicarakan dampak serta cara pencegahannya. Penggunaan masker mulut menjadi salah salah satu cara yang dapat mencegah penularan penyakit itu dari manusia ke manusia.

Sayang, belakangan ketersediaan masker baik di Indonesia maupun di negara-negara lain, khususnya di lokasi virus corona telah menyebar, mulai berkurang dan harganya melambung. Misanya di Hong Kong dan Makau. Di negara yang menjadi salah satu tempat favorit pekerja migran asal Indonesia mencari rezeki ini, ketersediaan masker sangat sulit didapat. Sedangkan permintaan semakin meningkat seiring dengan ancaman bahaya corona.

“Di swalayan dan toko-toko yang menjual masker sekarang mudah dilihat pemandangan warga mengantre, atau rak yang kosong karena stok habis,” ungkap Yana, salah satu pekerja asal Indonesia kepada tim Aksi Cepat Tanggap, Kamis (6/2).

Melihat kondisi ini, ACT pada pekan pertama Februari ini berencana akan mengirimkan masker, khususnya bagi pekerja asal Indonesia di Hong Kong dan Makau yang mulai sulit mendapatkan masker. Jumat (7/2), Trasti menyalurkan bantuan 10 ribu pis melalui ACT untuk pencegahan virus corona di Hong Kong. Donasi masker ini merupakan bentuk kolaborasi Trasti dengan ACT yang peduli pada pencegahan penyebaran virus corona.

Jamal selaku Sales Executive Trasti, mengatakan, donasi sebanyak 10 ribu pis ini dititipkan melalui ACT untuk nantinya disalurkan ke warga Indonesia yang membutuhkan. “Bahkan di Indonesia pun permintaan masker sangat tinggi, sedangkan stok semakin menipis. Untuk itu, Trasti mengalokasikan sebagian stoknya untuk dikirimkan ke Hongkong melalui ACT,” jelasnya, Jumat (7/2).

Sucita Pri Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, selain 10 ribu pis masker dari Trasti ini, dalam waktu dekat ACT juga akan mengirimkan 2.500 boks masker untuk tahap pertama ke Hong Kong dan Makau. Selain dua negera itu, ACT juga berencana mengirimkan masker ke Singapura karena ada permintaan bantuan dari sana.

“Di Hong Kong dan Makau banyak sekali warga Indonesia yang saat ini kesulitan mendapatkan masker. Dari Singapura juga ada permintaan bantuan dan kami juga berencana mengirim ke sana,” jelasnya. []


Bagikan

Terpopuler