Tujuh Korban Longsor Ditemukan di Brebes

Tujuh Korban Longsor Ditemukan di Brebes

ACTNews, BREBES – Tim Emergency Response ACT bersama Tim Gabungan dari berbagai elemen dan masyarakat Brebes, Jumat (23/2), terus melakukan aksi pencarian (evakuasi) korban longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.

Seperti diberitakan sebelumnya, longsor terjadi pada Kamis (22/2), sekitar pukul 08.00 WIB, di kawasan hutan produksi milik perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan. Akibatnya, puluhan petani yang sedang bekerja di sawahnya di kawasan itu tertimbun. Sebanyak 14 petani selamat, namun mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 20 orang lebih tertimbun.

ACT mengirimkan Tim Emergency Response dari MRI Wonosobo, Kamis (22/2). Tim sampai di lokasi bencana pada pagi pukul 07:30 WIB dan langsung ikut bergabung dengan Tim Gabungan dari berbagai elemen, di antaranya dari BASARNAS, BPBD Brebes, Banser, ORARI, dan elemen masyarakat lainnya di Brebes.         

Menurut Taufik, Komandan Tim Emergency Response ACT di lapangan, timnya sampai di lokasi bencana setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan selama 8 jam dari Wonosobo.

“Meskipun perjalanan yang ditempuh lumayan cukup panjang dan sangat melelahkan, namun tidak menyurutkan kami untuk membantu melakukan pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun longsor. Pagi tadi kami hanya beristirahat setengah jam saja dan langsung ikut apel pagi dengan seluruh tim dan melakukan pencarian sampai sore,” tuturnya.

Sekitar 500 personal Tim Gabungan dari berbagai elemen, termasuk Tim Emergency Response ACT, ikut terlibat berjibaku melakukan pencarian korban longsor. Untuk memudahkan proses pencarian, Tim Gabungan pun dibagi menjadi empat tim, yang disebar di empat titik lokasi longsor.

“Kami (Tim Tanggap Bencana ACT-red) tegabung di Tim-1, dengan titik lokasi pencarian di paling atas di lokasi longsoran,” ujar Taufik.  

Di hari kedua pencarian ini, tim berhasil menemukan dua jenazah. Sebelumnya, Kamis (22/2), lima jenazah telah ditemukan. Maka, selama dua hari masa pencarian, Tim Gabungan berhasil menemukan 7 jenazah.

Proses pencarian pun dilakukan sangat sulit karena medan longsor yang luas. Kondisi tanah longsoran disertai lumpur sangat tebal, ditambah terdapat aliran air dari bukit yang mengalir cukup deras.

Hal tersebut diakui Taufik dan timnya. Ia mengungkapkan memang tidak mudah mencari korban tertimbun longsor karena kondisi lapangan yang berat. Menurutnya, salah satu kendalanya adalah adanya potensi longsor susulan karena material tanahnya yang gembur, luas, tebal, dan cuaca yang berpotensi hujan. Selain itu, pencarian dilakukan hanya secara manual. Alat berat belum dapat digunakan. 

“Medan longsoran begitu luas, jarak dari atas longsoran hingga ke bawah mencapai lebih dari 1 km dengan sebaran longsor yang luas. Luasnya mirip longsor di Banjanegara. Kesulitan ditambah karena minimnya alat. Alat berat baru datang ke lokasi pukul 2 siang,” jelasnya.

Pencarian dan evakuasi korban tertimbun longsor pun dihentikan Jumat (23/2), pukul 16:00 WIB karena hujan deras yang mengguyur lokasi longsor. Pencarian kembali akan dilakukan pada Sabtu (24/2) pagi. Rencananya, Tim Gabungan, sesuai dengan prosedur, akan melakukan pencarian selama tujuh hari dan ditambah tujuh hari lagi jika belum ditemukan.[]

Tag

Belum ada tag sama sekali