Tujuh Sumur Wakaf Alirkan Kebaikan untuk Warga Sumbar

Tujuh Sumur Wakaf Alirkan Kebaikan untuk Warga Sumbar

Tujuh Sumur Wakaf Alirkan Kebaikan untuk Warga Sumbar' photo

ACTNews, SUMBAR - Aliran air bersih mengalir dari keran-keran yang terhubung dengan Sumur Wakaf. Melalui keran itu, para santri Pondok Pesantren Nurul Hudha, dengan nikmat berwudu tanpa takut lagi dengan kebersihan air yang mereka gunakan. Tidak hanya itu, melalui Sumur Wakaf mereka tak perlu lagi kesusahan untuk mencari air bersih.

“Saya mewakili Ponpes Nurul Hudha mengucapkan terima kasih banyak dengan bantuan sumur ini, sehingga kami untuk berwudu, masak-memasak dan mandi anak-anak tidak lagi kesusahan. Sebelumnya kita kesususahan nyari air terutama ketika kemarau melanda, jauh-jauh mencari air. Alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi,” ujar Desrial pimpinan Ponpes Nurul Hudha.

Aan Saputra dari Tim Global Wakaf Sumatera Barat (Sumbar) menuturkan, Ponpes Nurul Hudha yang berlokasi di Nagari Tanjung, Kabupaten Sijunjung tersebut hanyalah salah satu dari tujuh lokasi yang merasakan manfaat dari kehadiran Sumur Wakaf. Enam Sumur Wakaf lainnya tersebar di Kabupaten Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Pasaman.

“Kita bersyukur, hingga saat ini sudah terdapat tujuh Sumur Wakaf, termasuk yang di Pesantren Nurul Hudha yang masih aktif mengalirkan air bersih. Di Ponpes Nurul Hudha sendiri, manfaat air juga dinikmati oleh masyarakat sekitar. Masyarakat memang sangat terbantu dengan adanya program unggulan dari Global Wakaf ini,” terang Aan.

Program unggulan dari Global Wakaf ini sendiri memang ditujukan untuk penyediaan air bersih untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena air merupakan kebutuhan vital bagi manusia untuk kebutuhan sehari-hari. Adapun target dari Sumur Wakaf tersebut adalah daerah-daerah yang dilanda kekeringan, bencana, terpencil dan minim akses atau kesulitan air bersih seperti yang melanda Ponpes Nurul Hudha.

Aan menjelaskan, Ponpes Nurul Hudha menjadi salah satu contoh yang kesusahan dalam akses air bersih. Untuk mendapatkan air bersih, para santri harus bekerja keras untuk menampung air dari air hujan. Ketika hujan tidak turun, santri terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Para santri juga mencoba memanfaatkan air sungai yang tak jauh dari sekolah, namun air tersebut keruh dan tak layak pakai.

“Sumur yang dahulu ada sudah berbau, air sungai yang ada juga sudah keruh dan tidak banyak yang bisa digunakan dari kondisi air yang keruh itu,” ucap Aan, Kamis (10/1).

Kondisi itulah yang kemudian menggerakkan Tim Global Wakaf untuk mendirikan Sumur Wakaf di Ponpes tersebut yang selesai pada Juni 2018 lalu. “Ponpes Nurul Hudha ini hanya salah satu contoh saja. Kasus di daerah lain juga sebenarnya sama, yaitu sama-sama kesulitan mendapatkan air bersih. Dan kita sudah respon dengan bangun tujuh Sumur Wakaf di beberapa daerah yang membutuhkan,” lanjut Aan.

Hingga kini, ketujuh Sumur Wakaf tersebut terus mengalirkan kebaikan untuk masyarakat yang membutuhkan. Ikhtiar ini akan terus ditingkatkan oleh Global Wakaf sebagai bentuk keseriusan dalam upaya pengentasan kesulitan air bersih. []

Bagikan