Tujuh Sumur Wakaf Hapus Krisis Air Rohingya di Myanmar

Tujuh unit Sumur Wakaf dihadirkan para pewakif dari Indonesia untuk meredam krisis air yang melanda pengungsi internal Rohingya di Rakhine, Myanmar. Pembangunan disebar di dua desa di Wilayah Sittwe. Sedikitnya 1500 jiwa pengungsi Rohingya bisa memenuhi kebutuhan air berkat bantuan ini.

sumur wakaf rohingya
Pengungsi Rohingya di Sittwe, Rakhine, Myanmar amat antusias saat Sumur Wakaf dibangun. (ACTNews)

ACTNews, SITTWE – Dermawan Indonesia kembali menyapa pengungsi internal Rohingya di Rakhine, Myanmar. Tujuh unit Sumur Wakaf dihadirkan para pewakif Indonesia untuk meredam krisis air yang melanda tempat tinggal Rohingya.

Pembangunan ketujuh sumur dilakukan di dua desa di wilayah Sittwe, Rakhine, yang menjadi tempat para pengungsi bernaung. Di antaranya yaitu Desa Ba Dwu Pha dan Desa Oo. Sedikitnya 1.500 jiwa pengungsi Rohingya bisa memenuhi kebutuhan airnya berkat bantuan ini.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT melaporkan,  kondisi air bersih di kedua desa tersebut sangat memprihatinkan. Air  masih sangat terbatas. Warganya yang ingin mendapatkan air, harus mengambil ke sumber air seperti sungai atau sumber air lainnya yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal mereka.

“Maka dari itu, para pengungsi sangat antusias saat tim ACT datang ke wilayahnya untuk membangun sumur. Warga di sana juga ikut bergotong royong agar pembangunan sumur mampu diselesaikan dengan cepat,” ujar Firdaus, Jumat (13/8/2021).

Firdaus menerangkan, bahwa sumur yang dibangun untuk para pengungsi adalah jenis sumur pompa. Namun, sebagaimana dijelaskan Firdaus, sumur ini diperlakukan pembaruan setelah beberapa tahun.

“Kami mengajak seluruh Sahabat Dermawan untuk terus membantu kesediaan Sumur Wakaf bagi para pengungsi Rohingya. Krisis air bersih yang dialami Rohingya, perlu dukungan dari banyak pihak. Mendukung para korban kemanusiaan menjadi Ikhtiar memanusiakan manusia.” pungkas Firdaus.[]