Tumbangkan Krisis Air Rohingnya dengan Dua Sumur Wakaf Baru

Dua Sumur Wakaf dibangun untuk pengungsi internal Rohingya di Sittwe, Rakhine, Myanmar. Ini merupakan upaya untuk mengentaskan krisis air bersih yang telah bertahun-tahun membelenggu para pengungsi.

sumur wakaf rohingya
Keceriaan pengungsi Rohingya di Myanmar dalam menyambut Sumur Wakaf baru. (ACTNews)

ACTNews, SITTWE – Sumur Wakaf kembali dibangun untuk pengungsi internal Rohingya di Kota Sittwe, Rakhine, Myanmar. Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, sebanyak dua unit sumur sumur dihadirkan oleh wakif dari Indonesia untuk mengentaskan permasalahan air yang diderita para pengungsi.

Krisis air memang menjadi masalah yang sudah bertahun-tahun menimpa pengungsi Rohingya di Myanmar. Mereka harus berjalan cukup jauh untuk menuju sumber air di sungai terdekat. Namun, tak jarang pula air yang mereka dapatkan bukan air bersih, melainkan air sungai dengan warna yang keruh.

"Negara bagian Rakhine terletak di Myanmar barat. Wilayah ini merupakan rumah bagi sekitar 140.525 pengungsi internal Rohingya yang tinggal di 24 kamp konsentrasi di sana. Dibandingkan dengan negara bagian lainnya, Rakhine relatif terbelakang dan warga di sana juga sangat kekurangan sumber air," ujar Firdaus, Selasa (17/5/2022).

Sebab itu, para pengungsi sangat bahagia ketika tim ACT datang ke wilayah mereka untuk membangun sumur. Sedikitnya 1.200 pengungsi turut terbantu dengan adanya Sumur Wakaf yang dibangun di desa mereka.

"Proses pembangunan sumur ini melibatkan warga sekitar. Saat sumur tersebut sudah jadi, warga di sana sangat senang. Beramai-ramai mereka merayakan fakta bahwa mereka tidak lagi harus berjalan jauh untuk sekadar mendapat air," ucap Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan bahwa jenis sumur yang dibangun adalah sumur pompa. Namun, sebab air tanah yang lambat laut akan mengering dan habis, maka sumur ini juga perlu diperbaharui dalam beberapa tahun ke depan. Sumur-sumur tersebut akan dipindahkan ke lokasi lain yang kiranya memiliki pasokan air untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

"Air bagi mereka bukan hanya untuk mandi, memasak, atau minum. Tapi juga untuk beribadah, sebab mereka merupakan memerlukan air mengalir untuk berwudu. Oleh karena itu, program Sumur Wakaf di Rakhine, Myanmar ini menjadi program yang hampir tiap tahun kami adakan," jelas Firdaus. []