Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, ACT dan Wong Solo Group Kuatkan UMKM

UMKM adalah penopang ekonomi kerakyatan. Agar perekonomian UMKM terus berjalan, ACT dan Wong Solo Group berikan bantuan modal wakaf berupa produk makanan siap jual.

wong solo group
Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin (kanan) saat menandatangani MoU dengan Wong Solo Group disaksikan oleh pemilik Wong Solo Group Puspo Wardoyo (kiri). (ACTNews)

ACTNews, SOLO – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap ekonomi masyarakat Indonesia. Akibatnya banyak pekerja terkena PHK dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) banyak yang gulung tikar. Data Asosiasi UMKM Indonesia sebanyak 30 juta UMKM bangkrut akibat pandemi.

Melihat kondisi tersebut, ACT bersama Wong Solo Group berupaya menghadirkan solusi yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Satu solusi yang dihadirkan adalah pemberian Wakaf Modal UMKM.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin mengatakan, bentuk kerjasama ini merupakan ikhtiar bersama untuk membantu para pelaku UMKM agar tetap atau kembali hidup. Dengan kerjasama ini diharapkan beban akan terasa lebih ringan.

"Kalau sholat berjamaah itu pahalanya 27 kali lebih besar dibandingkan sendirian. Bagaimana kalau kita berjamaah dalam muamalah, dagang, ekonomi, bisnis? Tidak terhitung pahalanya. Beban juga akan semakin ringan kalau diangkat bersama-sama," kata Ahyudin, Rabu (20/10/2021).

Ahyudin menambahkan, UMKM menjadi satu kunci penopang ekonomi bangsa. Dengan adanya UMKM, ekonomi berbasis kerakyatan tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka, dan PDB nasional tinggi. “Jika UMKM kondisinya baik maka perekonomian masyarakat pun turut membaik,” jelas Ahyudin.

Puspo Wardoyo pemilik Wong Solo Group mengatakan, kolaborasi ACT dengan Wong Solo Group melalui PT. Halalan Thoyiban Indonesia, akan memberikan wakaf berupa produk UMKM. Selanjutnya produk bisa dijual oleh para penerima program wakaf agar roda perekonomian kembali berputar.

“Produk yang dihadirkan dalam program ini merupakan produk inovatif berupa makanan siap saji yang bisa dimasak dalam beberapa menit,” kata Puspo.

Puspo melanjutkan risiko pengusaha makanan adalah jika tidak laku, rugi. Sehingga solusinya adalah Meal Ready to Eat. Contohnya bakso dalam kemasan, dalam satu kemasan terdapat bakso, kuah dan bumbu.

“Kalau tidak laku, teknologi yang kami siapkan bisa menjadikan barang awet hingga satu tahun jika masih tersegel," katanya. Di tahap awal, Wong Solo Group akan menyediakan produk untuk 1.000 UMKM. Nantinya akan dikoordinir agar bisa dijual dengan optimal.[]