UMKM Binaan Global Wakaf di Jagakarsa, Siap Tingkatkan Usaha dengan Model Kelompok

Setelah melalui satu tahun pendampingan, usaha mikro penerima manfaat Wakaf UMKM dari Global Wakaf-ACT di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini bersiap meningkatkan skala usaha menjadi usaha kelompok. Lewat skema kelompok, usaha mikro diharapkan dapat menebar kebermanfaatan lebih luas.

bantuan modal umkm
Kelompok UMKM sedang menyimak presentasi proposal kelompok lain pada proses penyaringan Kamis (21/10/2021). (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Program Wakaf UMKM di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini memulai skema pemberdayaan penerima manfaat. UMKM binaan Global Wakaf-ACT itu akan menjadi usaha kelompok, yang mana sebelumnya merupakan usaha individu.

Pemilik usaha mikro akan mendirikan usaha bersama dengan dana wakaf. Kamis (21/10/2021) lalu, sebanyak 13 pemilik UMKM, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, mempresentasikan model rencana usaha 

Para pelaku usaha bersiap mempresentasikan  rencana usaha kelompok. (ACTNews/Reza Mardhani)

Fatiyah Azizah dari Tim Wakaf UMKM menjelaskan, pengelompokkan UMKM ini berbasis beberapa kriteria, yakni memiliki omzet dengan jumlah tertentu, legalitas usaha, serta kehadiran pendampingan mencapai 80%. 

“Mereka ini merupakan penerima manfaat yang sudah dibina selama satu tahun. Saat ini, pendampingan kita gulirkan menjadi usaha kelompok karena pendampingan individu sudah mau selesai. Ini merupakan pendampingan lanjutan,” jelas Fathiya.


Kelompok-kelompok baru perintis usaha ini akan diberikan waktu rintis selama satu tahun. Fathiya menjelaskan, Global Wakaf-ACT bukan berfokus pada pengembalian modal awal tetapi pada pemberdayaan usaha masing-masing kelompok.

Lebih lanjut, jumlah UMKM yang ikut serta dalam usaha kelompok akan bertambah proses seleksi masih berlangsung. “Di Jagakarsa ada 50 pelaku usaha yang sampai sekarang masih kami seleksi. Kami berharap dengan skema baru ini, kelompok-kelompok ini dapat mengembangkan usaha dan menebar manfaat untuk sekitar, salah satunya membuka lapangan pekerjaan baru,” harap Fatiyah.[]