UMKM Kelompok Binaan Global Wakaf, Mulai Jalankan Usaha

Dimulai dari usaha individu, kini sejumlah penerima manfaat Wakaf UMKM dari Global Wakaf-ACT di Jagakarsa membentuk kelompok untuk menaikkan skala usaha dari usaha mikro ke usaha kecil.

umkm kelompok
Proses pengembangan usaha kelompok ini, akan terus didampingi selama tiga bulan ke depan. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Sebanyak lima kelompok UMKM binaan Global Wakaf-ACT di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini mulai membangun usaha bersama. Sebelumnya, para pengelola usaha kelompok ini adalah 26 orang penerima manfaat individu dari program Wakaf UMKM, yang dibina oleh 2 orang pendamping selama satu tahun ke belakang.

Linda Kusumadewi sebagai salah seorang pendamping Wakaf UMKM di Kecamatan Jagakarsa menjelaskan mereka telah diberikan peluang untuk mendaftarkan diri untuk meningkatkan skala usaha dari usaha mikro ke usaha kecil. "Akhirnya ada teman-teman UMKM yang mendaftarkan diri, dan diseleksi oleh Global Wakaf-ACT dalam program screening-inkubasi. Program ini dilakukan selama 3 bulan dari bulan Oktober sampai Desember nanti,” kata Linda Kusumadewi salah seorang pendamping UMKM di Kecamatan Jagakarsa pada Jumat (5/11/2021) itu.

Linda menjelaskan, sebelumnya para pelaku usaha ini merupakan UMKM dalam skala ultra-mikro. Setelah satu tahun pendampingan, mereka kini menjadi pengusaha mikro, dan ke depannya ditargetkan menjadi usaha kecil. Kategori ini ditentukan berdasarkan omzet tertentu per tahun.

“Saya melihat antusias teman-teman itu luar biasa. Karena mungkin mereka sudah berangkat dari program Wakaf UMKM yang didampingi selama satu tahun, semangat mereka tinggi dengan bekal pemahaman ilmu bisnis, ilmu spiritual. Sehingga dengan kesadaran sendiri mereka mendaftarkan diri untuk scale up untuk inkubasi bisnis, semangatnya jauh luar biasa,” tambah Linda.


Salah satu produk milik kelompok UMKM yang ada di Jagakarsa, Jakarta Selatan. (ACTNews/Reza Mardhani)

Jajan-In merupakan salah satu contoh bagaimana usaha kelompok tersebut berjalan. Selepas subuh, sebuah meja telah berdiri di kedai Jajan-In yang berada di Jalan Kemenyan Raya, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Risol dengan mayones, kue sus, hingga pizza mini yang masih hangat tersaji memenuhi meja tersebut. Satu per satu warga sekitar yang mencari kudapan untuk sarapan, datang membeli.

Sembari menjalankan proses di usaha kelompok, para penerima manfaat tetap menjalankan usaha mereka sendiri. Seperti yang diungkap Dhika Suzaf yang menjadi Manajer Kelompok di Jajan-In. “Kalau kelompok harus bisa menyesuaikan diri, di mana kita juga punya kegiatan sendiri,” kata Dhika.


Dhika merasa tak menemui kesulitan berarti sejauh ini. “Kalau masalah makanan, bisnis, alhamdulillah sudah pada hebat dan gampang, jadi easy aja. Diskusinya malah enak, karena ibu-ibu ini energik banget, seru,” ujar Dhika.

Ia pun berharap, ke depannya dapat terus berkembang melalui usaha kelompok ini. Supaya ketika usaha ini berkembang, dapat membantu UMKM sekitar yang membutuhkan wadah untuk saling berkolaborasi.

“Jadi emak-emak yang di rumah dan bisa masak, bisa kerja sama di lapak Jajan-In untuk jualan dan cari uang bareng-bareng. Dan juga menghidupkan UMKM yang hampir punah di masa pandemi,” ucap Dhika. []