Untuk Kapal Kemanusiaan, Petani Blora Suplai 50 Ton Beras per Hari

Untuk Kapal Kemanusiaan, Petani Blora Suplai 50 Ton Beras per Hari

ACTNews, BLORA - Masa panen raya masih berangsur di Blora. Di Kecamatan Cepu, para petani kini tengah sibuk menggiling gabah kering hasil menuai padi seminggu lalu. Seperti yang sudah-sudah, rutinitas padat seperti ini adalah hal yang biasa terjadi ketika masa panen raya tiba. Namun, kali ini ada yang berbeda: mereka harus berpacu dengan waktu. Apa sebab?

Bukan untuk memenuhi target penjualan, bukan pula untuk memenuhi permintaan pasar. Lebih mulia dari itu, akselerasi waktu bekerja ini adalah untuk meredam krisis kemanusiaan di Somalia, Sudan Selatan, Nigeria, dan Yaman. Ya, beras yang sebelumnya mereka tanam dan panen akan disalurkan ke empat wilayah yang paling terdampak krisis kelaparan tersebut.

Seribu ton beras adalah jumlah awal bantuan kemanusiaan yang akan dikirimkan melalui Kapal Kemanusiaan pada pekan terakhir April ini. Setiap harinya, proses penggilingan gabah kering dilaksanakan. Sementara koordinasi antar paguyuban tani dan huller (para penggiling gabah kering) terus dikerahkan. Untuk menampung beras bersih hasil gilingan gabah kering tersebut, sebanyak empat Lumbung Pangan atau gudang beras sudah disiapkan.

Empat titik Lumbung Pangan tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni Blora dan Bojonegoro. “Di Kabupaten Bojonegoro, ada satu titik pengumpulan beras (Lumbung Pangan). Sementara sisanya ada di Kabupaten Blora, yaitu satu di Kecamatan Cepu dan dua di Kecamatan Kedungtuban,” papar Aryanto, salah satu pengurus LPM yang juga mengatur pengumpulan beras di wilayah Blora untuk keperluan program Kapal Kemanusiaan.

Saat ini sudah ada 500 ton beras tersimpan dan jumlah itu tersebar di empat gudang beras yang ada. Setiap harinya, kiriman 50 ton beras dari para petani huller terus ditampung hingga 1000 ton beras terkumpul. Jika dihitung dengan kalkulasi sederhana, maka dalam 10 hari ke depan akan terkumpul sebanyak 500 ton beras.

“Jadi, insyaAllah, sebelum Kapal Kemanusiaan berangkat, 1000 ton beras itu siap untuk diangkut ke pelabuhan,” tambah Aryanto.

Rencananya, 1000 ton beras yang tersebar di 4 titik Lumbung Pangan akan diangkut secara bertahap selama empat hari. Setiap harinya, 10 kontainer berukuran sedang akan bergerak membawa beras dari Blora dan Bojonegoro menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, di mana Kapal Kemanusiaan akan memulai pelayarannya. Dengan kata lain, imbuh Aryanto, akan ada 40 kontainer yang siap mengangkut 1000 ton beras tersebut. []