Upaya Hadirkan Air Bersih untuk Warga Dusun Clowok

Hampir semua sumur tak mengeluarkan air di Dusun Clowok, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, dan warga bergantung pada bantuan air bersih yang didistribusikan gratis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Untuk menanggulangi masalah tersebut, Global Wakaf - ACT membangun satu unit Sumur Wakaf yang dapat dimanfaatkan oleh puluhan warga di Dusun Clowok.

Upaya Hadirkan Air Bersih untuk Warga Dusun Clowok' photo
Sumur Wakaf yang selesai dibangun di Dusun Clowok untuk atasi kekeringan. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Sekitar 90% warga Dusun Clowok, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang telah memiliki MCK sendiri di rumahnya. Meskipun ada yang letaknya masih di luar rumah, namun tetap tertutup rapi dan dapat dikatakan layak. Tetapi tidak semua MCK memiliki aliran air yang lancar, alias sering mengalami kekeringan.

Karakter tanah daerah tersebut adalah tanah kebun dan tegalan. Secara umum, tanah atau sumur dapat mengeluarkan air kalau di musim penghujan saja. Sementara di musim kemarau sangat rawan kekeringan.

“Jarang ada air bersih pada musim kemarau di Dusun Clowok, karena hampir semua sumur tidak mengeluarkan air. Pada musim kemarau warga bergantung pada bantuan air bersih yang didistribusikan gratis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang setiap sepekan sekali,” ungkap Hamas Rausyanfikr selaku Kepala Program Global Wakaf - ACT Jawa Tengah.


Dibutuhkan upaya melakukan pengeboran sumur dalam untuk mencapai akuifer yang memiliki cadangan air
tanah besar, agar sumber air dapat terus mencukupi. Namun sebagaimana diketahui bahwa membangun sumur dalam membutuhkan biaya yang cukup besar, sekitar Rp10 juta. Sedangkan warga masih harus memprioritaskan pendapatan mereka untuk kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya.

Sebagian besar masyarakat Desa Polobogo berprofesi sebagai petani atau pekebun. Lainnya ada yang menjadi buruh tani, buruh bangunan, pedagang, dan tukang kayu. Pendapatan rata-rata masyarakat sendiri kurang lebih Rp1,5 juta per bulan,” jelas Hamas.

Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf untuk warga di Musala Baitul Rahman, Dusun Clowok. Sumur Wakaf dibangun sejak Maret lalu, dan telah selesai pada Jumat (25/9) ini. “Pembangunan sumur bor sedalam 100 meter diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekitar. Sebab jika kedalaman kurang dari 100 meter, kondisi sumur akan kembali kering saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang berbatu wadas,” kata Hamas. Ia sendiri menargetkan ada puluhan kepala keluarga  dan jemaah musala yang dapat merasakan manfaat dari adanya Sumur Wakaf.


Proses pembangunan Sumur Wakaf di Dusun Clowok. (ACTNews)

Salah satunya adalah Sugito yang merasa dimudahkan dengan kehadiran Sumur Wakaf di dusunnya. “Matur nuwun untuk Global Wakaf – ACT karena sudah membantu penbuatan Sumur Wakaf dan tempat wudu. Kemarin kemarin belum ada, alhamdulilah sekarang sudah ada dan dapat digunakan. Khususnya untuk umat Islam,” ucap Sugito.

Hamas pun berharap dengan bantuan dari para dermawan, manfaat Sumur Wakaf dapat semakin meluas. “Insyallah sangat bermanfaat untuk jemaah yang akan salat. Warga desa juga bisa memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga amal jariah diberkahi Allah untuk wakif. Sahabat dermawan juga dapat membangun Sumur Wakaf bersama Global Wakaf - ACT. Sahabat bisa membantu melalui wakaf uang yang bisa dikirimkan melalui rekening BNI Syariah 66 0000 1179,” ajak Hamas. []

Bagikan

Terpopuler