Upaya Pemberdayaan, Global Wakaf Borong Dagangan Halimah

Untuk menyambung hidup diri dan keempat cucunya, Halimah (65) harus berjualan ayam geprek. PPKM yang berlaku beberapa waktu belakangan, membuat dagangannya sulit terjual sehingga modal pun kadang tak berputar.

borong dagangan umkm
Setiap harinya Halimah menggelar dagangan dari jam 12 siang sampai malam. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA UTARA – Halimah  begitu haru dengan kedatangan Tim Global Wakaf-ACT. Saat itu dagangan ayam geprek Halimah yang dijual di Pinggir Jalan Walang Baru VIIA, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, langsung diborong habis. Ia sampai menyeka air mata yang turun dengan jilbab panjangnya.

“Doain nenek ya, supaya kuat membiayai cucu-cucu nenek,” pinta Halimah pada Sabtu (7/8/2021) lalu.

Halimah memang kini harus mengurus keempat cucunya yang kini sudah yatim. Satu-satunya pemasukan Halimah untuk membiayai mereka adalah dengan berjualan ayam geprek. Usia yang sudah lanjut tak jadi penghalang bagi Halimah untuk terus berusaha. Setiap hari ia membuka dagangan sejak jam dua belas siang hingga malam menjelang.


Tetapi pada masa PPKM ini, diakui Halimah usaha tak berjalan dengan mudah. “Biasanya nenek bisa bikin enam puluh porsi ayam geprek dalam satu hari. Tapi kondisi lagi PPKM begini, ya lebih sedikit bikinnya. Takut kalau banyak, nanti malah enggak terjual,” ucap Halimah.

Jika sampai tidak habis, modal Halimah tak akan berputar. Sebab itu Global Wakaf-ACT memborong dagangan Halimah pada hari itu. Setelah itu dagangan Halimah didistribusikan kepada para pekerja harian di sekitar lokasi. Selain memborong dagangan, Halimah juga mendapatkan bantuan modal dari program Wakaf UMKM, serta pendampingan usaha ke depannya.

Memborong dagangan UMKM ini merupakan salah satu ikhtiar dari Wakaf Modal Produktif. Di mana melalui program ini, Global Wakaf-ACT akan membeli seluruh dagangan para pelaku UMKM sebagai dengan harapan dapat memberdayakan mereka di masa PPKM yang menyulitkan. []