Upaya Sembuhkan Novi dari Tumor Kelenjar Getah Bening

Upaya Sembuhkan Novi dari Tumor Kelenjar Getah Bening

Upaya Sembuhkan Novi dari Tumor Kelenjar Getah Bening' photo

ACTNews, PADANG - Leher sebelah kanan Noviyanti makin membesar, membuat kepalanya sulit untuk digerakkan. Penyakit tumor kelenjar getah bening membuat anak berumur sepuluh tahun itu tidak dapat beraktivitas normal lagi semenjak Oktober 2018 lalu.

“Novi ini anak satu-satunya. Sangat sehat. Namun, pembengkakan ini sungguh membuat keluarga Novi terpuruk. Mereka biasanya melihat Novi aktif, kini harus berbaring bak orang lumpuh,” ungkap Aan Saputra selaku Kepala Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat.

Saat mengunjungi kediaman Novi di Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk begalung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat pada Senin (8/4), Aan menceritakan awalnya Novi menderita demam tinggi hingga peradangan pada kelenjar getah beningnya. Hal ini membuat leher Novi semakin membesar. Dokter yang memeriksa Novi kemudian menyatakan bahwa gadis belia tersebut terkena tumor pada kelenjar getah beningnya.

“Sudah empat kali operasi. Tadinya ingin melanjutkan untuk radiologi, tapi badan Novi tidak kuat sehingga radiologi urung dilakukan. Maka sekarang lanjut pengobatan alternatif. Sudah sebelas hari berobat (alternatif) sudah mulai mengecil bengkaknya, dan sudah bisa pakai baju,” jelas Aan.

Kini orang tua Novi harus mencari biaya tambahan untuk pengobatan anaknya, mengingat biaya pengobatan Novi ukup besar. Ayah Novi, Rusli, yang bekerja sebagai supir ojek online, kini tidak bisa terlalu fokus dalam mencari nafkah karena harus menjaga anak semata wayangnya ini. Sementara ibu Novi yang bernama Menanti, hanya seorang buruh lepas.

Kondisi Novi dan keluarganya menggerakkan Tim Mobile Social Rescue (MSR) - ACT Sumbar untuk memberikan pendampingan kesehatan kepada Novi. Kunjungan ini bukanlah kunjungan pertama tim ke sana. Di kunjungan pertama, pada pertengahan Maret 2019, tim memutuskan untuk menggalang dana buat kesembuhan Novi melalui kitabisa.com.

Per Selasa (9/4), jumlah donasi yang terkumpul di website kitabisa.com telah mencapai Rp 369.000.000. Donasi tersebut langsung disalurkan untuk keperluan pengobatan Novi.

Setelah ini, tim berencana membawa Novi ke Jakarta untuk pengobatan yang lebih memadai. Namun, masih menunggu hasil pemeriksaan dari sampel yang sudah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan pasti. Menurut Aan, ke depannya donasi tersebut juga akan digunakan sebagai modal usaha keluarga Novi. 

Kedua orang tua Novi berterima kasih dengan adanya bantuan untuk anak semata wayang mereka. “Mereka juga hanya buka warung kecil di pojok rumah, untuk membantu pengobatan. Sudah banyak hutang karena mereka minimal wajib punya uang Rp 160.000 per hari untuk ongkos terapi Novi. Oleh karenanya, mereka sangat berterima kasih kepada ACT dan seluruh donatur yang menyalurkan bantuan melalui ACT,” ujar Aan. []

Bagikan