Upaya Sembuhkan Pak Misbah Agar Bisa Terus Makmurkan Masjid

Misbah setiap harinya tinggal di mihrab masjid, mengurus dan merawat Masjid Baiturrahman. Ia tidak bisa melakukan pekerjaan berat akibat tumor jinak yang dideritanya.

misbah
Misbah tengah membereskan karpet Masjid Baiturrahman, Tasikmalaya. (ACTNews/Fazry Tazkia)

ACTNews, TASIKMALAYA - Sejak usia 4 tahun, Misbah mempunyai benjolan di pipinya. Pada 2008, marbot di Masjid Baiturrahman Gg. Sukawargi Tasikmalaya Jawa Barat ini didiagnosa mengidap tumor jinak dan sempat melakukan tindakan operasi pengangkatan. Namun, pascaoperasi tumor 12 tahun lalu, Misbah tidak melakukan perawatan intensif. Hal ini mengakibatkan tumor yang telah dioperasi kembali memburuk. Wajah di bagian kanannya tertarik, semakin hari tumornya semakin panjang menggantung ke bawah.

Sehari-hari Misbah bekerja serabutan, namun tidak bisa melakukan pekerjaan berat akibat tumor jinak tersebut. "Tahun 2008 saya sempat berobat, namun setelah itu tidak berobat sesuai dengan saran dokter. Ya paling periksa biasa aja ke mantri. Biasanya kalau kambuh suka terasa banget, makanya saya tidak diperbolehkan kerja berat,” ungkap Misbah.

Dikenal sebagai pribadi yang rajin beribadah, Misbah setiap harinya tinggal di mihrab masjid, mengurus dan merawat Masjid Baiturrahman. Ia hidup seorang diri, saudara-saudaranya tinggal di luar kota. Tidur dengan beralaskan karpet masjid saja tak membuatnya gusar. Bagi Misbah, menjadi muazin merupakan kegiatan yang penuh harapan, mengajak orang-orang untuk bersegera dalam salat dan memakmurkan masjid. 

“Sehari-hari saya mengurus masjid, tidur juga di masjid, ya sambil mengamalkan ilmu saya juga,” imbuh Misbah. 

Sebagai marbut masjid, tak banyak rupiah yang ia kantongi untuk memenuhi kebutuhan makan harian. Jika ia bekerja dan mendapatkan uang, ia bisa membeli makan. Namun jika tidak bekerja karena penyakitnya, ia mendapatkan uluran tangan warga sekitar masjid. Terbatasnya finansial ini pula yang membuatnya sulit untuk melanjutkan pengobatan tumornya, di tengah harapan besarnya untuk bisa sembuh.

Melalui program Mobile Social Rescue (MSR), ACT Tasikmalaya memberikan pendampingan medis untuk Misbah di RSUD Dr. Sukarjo. Misbah lantas dirujuk  ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk pengobatan lebih lanjut, yaitu operasi pengangkatan benjolan di pipinya yang masih dialaminya sampai sekarang. 

“Alhamdulillah, Pak Misbah sangat bersyukur dengan pendampingan medis yang diberikan. Mohon doanya, semoga Pak Misbah bisa melewati proses medis selanjutnya sampai pada tahap operasi dan penyembuhannya dengan lancar,” ungkap M. Fauzi RIdwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya, Jumat (19/2/2021).