UPZDK UUS PermataBank Berdayakan Peternak Melalui Lumbung Ternak Wakaf

Program kerja sama ini menyalurkan hewan ternak sebanyak 165 ekor kambing kepada 10 penerima manfaat (peternak) di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23/10). Nantinya para peternak tersebut akan mengembangbiakkan ternak yang telah diberikan.

UPZDK UUS PermataBank Berdayakan Peternak Melalui Lumbung Ternak Wakaf' photo
Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk (UPZDK UUS PermataBank) berkolaborasi untuk program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) dalam periode satu tahun. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk penanganan wabah Covid-19, termasuk juga yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) lakukan bersama para pemangku kepentingan. Kali ini, ACT bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk (UPZDK UUS PermataBank) berkolaborasi untuk program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) dalam periode satu tahun. 

Program kerja sama ini menyalurkan hewan ternak sebanyak 165 ekor kambing kepada 10 penerima manfaat (peternak) di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (23/10). Nantinya para peternak tersebut akan mengembangbiakkan ternak yang telah diberikan.

Lumbung Ternak Wakaf (LTW) adalah program yang diinisiasi Global Wakaf-ACT di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan potensi ekonomi masyarakat, melakukan pembinaan pada peternak Indonesia agar lebih profesional, menyediakan hewan ternak berkualitas, serta turut berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan nasional melalui produksi daging, terlebih saat pandemi saat ini.

Dengan semangat yang sama dalam pemberdayaan masyarakat, UPZDK UUS PermataBank turut berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak ekonominya karena pandemi Covid-19. Untuk itu, UPZDK UUS PermataBank turut mengajak karyawan dan nasabah untuk berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian melalui program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh ACT.

Bantuan yang disalurkan ini untuk menjalankan amanah dari para muzaki dan donatur yang telah terhimpun. Tidak hanya itu, UPZDK UUS PermataBank ingin memberikan manfaat dan memberikan kontribusi terbaik kepada penerima manfaat khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan bersinergi kepada mitra LAZ yang profesional.

“Program ini merupakan salah satu program penyaluran Dana ZIS dan Dana Kebajikan yang telah dicanangkan sejak awal tahun 2020 ini. Program LTW ini diharapkan sedikitnya akan membawa perbaikan ekonomi para peternak dan warga sekitar serta menumbuhkan minat masyarakat dalam mengembangbiakan hewan ternak. Harapan kami kemitraan yang dibangun bersama ACT  dapat memberikan dampak positif yang seluas-luasnya bagi masyarakat dan UPZDK PBS dikenal sebagai UPZ yang dipercaya dalam mengemban amanah untuk mendistribusikan dana ZIS,” terang Habibullah selaku Ketua Pengurus UPZDK UUS PermataBank.


Peternak Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya tengah memberi pakan domba. (ACTnews)


Di sisi lain, kolaborasi UPZDK UUS PermataBank bersama ACT juga telah berjalan cukup lama dalam berbagai bidang program kemanusiaan. Sehingga, harapannya program yang telah di rancang bersama selama setahun ini, dapat tepat guna dan memberi manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Muhammad Basair selaku Senior Manager ACT Regional Jakarta-Banten pun mengapresiasi aksi kepedulian UPZDK UUS PermataBank bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini bersama ACT. Hal ini karena, lumbung ternak ACT mampu menjadi pilar penunjang ekonomi pedesaan, sebab mampu menampung lebih dari 20.000 ekor hewan ternak kambing/domba di lahan 10 hektare. Selain itu, sebuah lumbung ternak  juga dapat memberdayakan sekitar 160 peternak lokal. Tentu saja ini dapat membuka lapangan kerja baru terlebih saat pandemi saat ini.

“Kami berterima kasih kepada UPZDK UUS PermataBank yang telah melebarkan pintu bagi siapa saja untuk berkesempatan membantu masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah di Indonesia. Pemberdayaan masyarakat pun memiliki urgensi yang tinggi untuk segera disalurkan di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik akibat wabah pandemi saat ini. Ini juga menjadi bukti bahwa kepedulian publik masih sangat tinggi terutama untuk dunia kemanusiaan,” pungkasnya.[]