Usaha Batiknya Terdampak, Kini Muji Banting Setir Jadi Distributor Bawang

Saat usaha batiknya di wilayah wisata Borobudur tutup, Muji Irwan (40) memutuskan untuk menjadi distributor bawang untuk tukang sayur di sekitar rumah. Ia pun sampai saat ini membutuhkan modal untuk membeli bawang secara kulakan.

Serah terima bantuan Wakaf UMKM kepada Muji pada Sabtu (10/7/2021) lalu. (ACTNews)

ACTNews, MAGELANG – Muji Irwan (40) akhirnya menerima bantuan modal usaha dari Tim Global Wakaf-ACT melalui program Wakaf UMKM. Bantuan ini diserahkan langsung di rumahnya di Kelurahan Kanggan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Sabtu (10/7/2021) lalu. Muji memang sudah menunggu bantuan ini, sebab ia sedang membangun ulang usaha baru saat ini, yakni distributor bawang.

Awalnya Muji merupakan pedagang kain batik di pelataran Taman Borobudur. Tetapi semenjak tempat wisata turut terdampak pandemi, ia mesti berhenti. Sadar akan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dari istri dua orang anak, Muji kemudian memutar otak mencari usaha lain.


Saat itulah ia mencoba peruntungan sebagai distributor bawang. “Saya beli bawang merah dan bawang putih di daerah Kudus, kemudian saya bungkus ulang sampai siap jual. Biasanya pelanggan saya itu pedagang sayur keliling atau warga sini sebutnya eyek,” cerita Muji.

Tetapi belakangan musim panen bawang di Kudus sudah berakhir. Ditambah Muji merasa berkendara motor dari Magelang hingga Kudus cukup jauh, sehingga ia kemudian mencari tempat lain. Sehingga ia menemukan produsen di Magelang.

“Tapi di Magelang sendiri, harga bawang agak cukup mahal ketimbang bawang yang biasa saya peroleh di Kudus,” ungkap Muji. Karenanya dengan kehadiran bantuan modal dari Global Wakaf-ACT ini, dapat meringankan Muji untuk membeli bawang secara kulakan dari Magelang. Harapannya dengan begitu, usaha Muji dapat berjalan terus dan bisa berkembang ke depannya. []