Usaha dan Perjuangan Baru Kris Setelah Terdampak Pandemi

Kris Dwianto sebelumnya merupakan seorang penyuplai petani untuk restoran dan tempat makan di Malioboro. Namun setelah sektor wisata terdampak, ia mulai menjalankan usaha baru untuk melanjutkan penghidupannya.

Beberapa bulan ke belakang, Kris menjalankan usaha angkringan. (ACTNews)

ACTNews, KULON PROGO – Global Wakaf-ACT datang ke angkringan Kris Dwiyanto, ketika ia baru saja mulai menggelar di lapaknya di dekat perempatan daerah Cangakan, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Tim Global Wakaf-ACT memberikan bantuan Wakaf UMKM untuk membantu kelancaran usaha Kris pada Selasa (6/7/2021) itu.

Kris baru saja membuka usaha ini beberapa bulan ke belakang. Sebelumnya ia merupakan penyuplai petai untuk beberapa restoran serta lesehan di wilayah Malioboro, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Tetapi Malioboro yang merupakan daerah pariwisata pun, terpukul dengan hadirnya pandemi.

“Semenjak pandemi, permintaan petai saya juga menurun drastis dan tidak seimbang antara jumlah permintaan dan biaya kirimnya. Akhirnya memutuskan beralih usaha angkringan sekarang ini,” ungkap Kris.


Tetapi membuka usaha baru, berarti tantangan baru bagi Kris. Bapak yang memiliki tanggungan tiga orang anak ini, mesti menyiapkan peralatan-peralatan baru bagi usahanya. Sementara apa yang dia punya saat ini terbatas, seperti tenda yang ia punya saat ini misalnya, mulai rusak.

Karenanya dengan bantuan ini, Kris berharap dapat memaksimalkan jalan usaha angkringannya saat ini. “Rencananya akan beli terpal baru dan sisanya untuk menambah barang-barang dagangan di angkringan,” tambah Kris.

Wakaf UMKM menjadi salah satu ikhtiar Global Wakaf-ACT dalam memajukan UMKM di masa sulit dampak pandemi. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak usaha di tengah pandemi. Global Wakaf-ACT sudah menghadirkannya sejak beberapa waktu lalu dan telah menyerahkan bantuan usaha untuk pengusaha skala kecil dan mikro di berbagia penjuru negeri. []