Usaha Makanan Turun-Temurun yang Kini Biayai Keluarga Sakinah

Usaha makanan yang kini dijalani Sakinah (60) adalah yang pernah dijalani neneknya, serta ibunya. Kini di tangan Sakinah, usaha tersebut yang berjalan memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri.

Berbekal sebuah lapak kecil di tepi Jalan Pemuda, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Sakinah menyediakan rujak sayur dan rujak buah. (ACTNews)

ACTNews, BANYUMAS – Usaha makanan yang dilakoni Sakinah (60) saat ini, sudah bertahan hingga tiga generasi. Sempat dijalani neneknya, turun ke ibunya, kini Sakinah yang menjalani usaha tersebut demi menafkahi keluarganya.

Berbekal sebuah lapak kecil di tepi Jalan Pemuda, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Sakinah menyediakan rujak sayur dan rujak buah. Di samping itu, warung Sakinah juga menjual nasi rames dan minuman saset.

“Sehari-hari saya usaha juga dibantu suami. Sebelumnya kerjanya sopir bus, cuma sekarang karena suami sudah tua dan tenaganya sudah enggak kayak dahulu, jadi berhenti,” ujar Sakinah ditemui Tim Global Wakaf-ACT pada Rabu (30/6/2021) lalu.


Dari usaha tersebut kini Sakinah membiayai cucu perempuannya yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sebab orang tua si anak sudah bercerai. Selain itu Sakinah juga membiayai anak bungsunya yang belum berkeluarga.

Usaha tersebut dapat dikatakan mencukupi di hari normal. Tetapi semenjak pandemi, bersamaan dengan daya beli masyarakat yang turun, penghasilan Sakinah ikut merosot.

“Sehari dahulu bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari, sekarang turun sampai setengahnya,” jelas Sakinah. Sakinah bahkan sempat mengambil pinjaman berbunga untuk membuat usahanya kembali stabil.

Karenanya Global Wakaf-ACT memberikan bantuan modal usaha kepada Sakinah melalui program Wakaf UMKM. “Saya ingin menambah stok bahan baku dengan modal ini. Mudah-mudahan kondisi usaha bisa kembai seperti sebelum adanya covid,” harap Sakinah. []